Cerpen

  • JANJI ANAK JANTAN
    503 pembaca 0 komentar

    JANJI ANAK JANTAN

    Pagi subuh buta, dua jam sebelum subuh tepatnya. Raga kurus ini menggigil dihantam angin laut selat Melaka yang menyusur jauh hingga ke sungai yang membelah kampung kami. Dan ditepi sungai ini aku tegak berdiri, diantara bakau dan nipah tempat buaya muara bertelur, juga tempat [...]

  • KEMBALI...
    245 pembaca 0 komentar

    KEMBALI...

    Cahaya redup membuat hati juga ikut redup, mataku yang tak pernah bisa berpaling dari wajahmu, bahkan dari balik bingkai foto dirimu masih menawan, Jang. Mata bulat berpadu dengan hitamnya kornea, hidung yang tak terlalu mancung namun sedikit lebih tinggi dari hidungku, mulut [...]

  • Sebuah Tekat Anak Bujang
    381 pembaca 0 komentar

    Sebuah Tekat Anak Bujang

    Oleh: Asrul Irawan Sudah beberapa hari ini Ujang selalu pulang tengah malam, badannya mulai tirus, mata mulai cengkung, dan kulit pun mulai gelap. Namun apa boleh buat, hanya ini yang bisa Ujang lakukan untuk membahagiakan kedua orang tua yang umurnya sudah mulai senja. Ujang [...]

  • PENANTIAN
    341 pembaca 0 komentar

    PENANTIAN

    Banyak orang bertanya mengapa aku selalu membiarkan jendela kamar terbuka disetiap malam. Bahkan ketika udara dingin di bulan Juli, yang menusuk semua tulang sanubariku. Mereka yang jendelanya masih tertutup rapat masih, menggunakan kain selimut tebal untuk menghangatkan suhu [...]

  • Broken me
    1189 pembaca 0 komentar

    Broken me

       “menyenangkan kalau utuh”, tulisku pada sebuah buku diary yang senantiasa menemani setiap dukaku. Diary yang selalu menjadi cawan air mataku saat semua luka membekas air mata. Setiap orang punya kisahnya sendiri. Kisah keluarga yang awalnya indah dan [...]

  • BUKU HARIAN
    427 pembaca 1 komentar

    BUKU HARIAN

    “Aku rindu, tapi tak tahu pada siapa aku dapat melampiaskan rindu ini.” Hembusan angin terdengar sangat jelas di balik dinding kamarku, terasa samar-samar lembutnya sentuhan angin yang melewati sela-sela ventilasi dan menyentuh sekujur tubuhku. Di sinilah aku, duduk [...]

  • Gara-gara Corona
    810 pembaca 2 komentar

    Gara-gara Corona

    Pagi yang cerah, Sepeti biaso Yung Dolah duduk besando di kursi depan umah sambil menikmati segoleh kopi anggat dengan kaki yang tekutik-kutik mengikuti suao Angin. Tengah mengiup kopi anggat yang masih beasap ditamabah tambul dengan kicawan buong yang molek megeliling laman [...]

  • 27, 2017
    630 pembaca 0 komentar

    27, 2017

    “Aku tidak hidup, tapi tak benar–benar mati…” Kau percaya mesin waktu? Mesin yang bisa membawamu dari zaman yang kau tinggali sekarang, menuju zaman yang ada di depanmu, atau sebaliknya membawamu menuju zaman yang pernah kau tinggali. Aku percaya, tapi [...]

  • Kisah Dahulu
    691 pembaca 1 komentar

    Kisah Dahulu

    "Kenapa tak pakai jaket, Jang? Semakin malam, semakin dingin." Dino memberiku sehelai selimut. Aku dan Dino harus menyelesaikan tugas dan kewajiban kami sebagai mahasiswa tahun ke-3. Kami harus KKN disalah satu desa kecil di Kabupaten Kuantan Singingi, tepatnya di desa Pulau [...]

  • Melawan Corona 1
    597 pembaca 0 komentar

    Melawan Corona 1

    "Ape masalahnye kalau di umah aje, Tah?" tanye Leman Lengkung kepade bapak saudarenye Atah Roy. "Masalah makan sehari-harilah," jawab Atah Roy agak geram. "Kan bisa puase, Tah, dapat juge pahale," ucap Leman Lengkung. "Kepale hotak dikau tu! Becakap memang senang! Bulan [...]

Kembali ke Atas