Puisi dan Dunia
0 Komentar 368 pembaca
Flayer kegiatan Orasi Sastra

Puisi dan Dunia

Berita

Tabloidtanjak.com-Unilak. Pada tahun 1999, UNESCO menetapkan tanggal 21 Maret sebagai hari puisi dunia. Puisi menjadi bentuk keindahan tersendiri di dalam dunia Sastra. Dalam rangka memperingati hari Puisi Dunia, Himpunan Mahasiswa Prodi Sastra Daerah (HIMPSAD) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Lancang Kuning (Unilak) menaja Orasi Sastra, dengan mengusung tema "Catatan Kata-kata. Suara Hati Untuk Dunia". Senin. (21/03/21).

Orasi Sastra digelar di halaman depan Fakultas Ilmu Budaya dengan mengikuti peraturan kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Kegiatan ini ditaja langsung HIMPSAD dan dihadiri oleh Rektor Unilak, Wakil Rektor III, Dekan FIB, Wakil Dekan III FIB, Wakil Presiden Mahasiswa Unilak, Ketua BEM FIB, Ketua DPM FIB, Ketua HMP IP, para alumni FIB, serta mahasiswa-mahasiswi FIB. Kegiatan diisi dengan berbagai orasi terkait puisi dan juga pembacaan puisi.

Rektor Unilak bapak Dr. Junaidi, S.S., M.Hum mengatakan bahwa hari puisi dibuat untuk mengapresiasi para penulis puisi, "Tujuannya tentu saja untuk mengingat puisi itu. Puisi itu adalah bahasa universal yang ada di seluruh dunia, puisi berbeda dengan kalimat. Merupakan kata yang singkat namun mengandung makna yang mendalam," Ujar beliau. Rektor juga membacakan puisi yang berjudul "Rose" karya Rida K Liamsi.

Hari puisi dunia, dibuat untuk menghormati, mengapresiasi, serta mendukung keberagaman bahasa melalui ekspresi puitis. Dunia puisi diisi dengan berbagai tokoh yang dikenal pula oleh dunia, antaranya William Shakespeare, Pablo Neruda, Khalil Gibran, Edgar Allan Poe, Sapardi Djoko Damono dan masih banyak lagi. Puisi merupakan bentuk nyata suatu pemikiran, gagasan, dan pengolahan kata-kata yang dibuat oleh para penulis. Melalui puisi, penulis menyalurkan berbagai kata-kata yang penuh makna untuk dikonsumsi oleh para pembaca.

 

Puisi Rida K Liamsi - Rose (Antologi puisi dwi bahasa)

 
Tangan
(Kepada Melayu)
 
Jangan bilang punya tangan
Kalau cuma bisa tadah
cuma bisa garuk
cuma bisa raba
cuma bisa kocok
 
Sebab tangan barulah Tangan
kalau bisa jadi TANGAN
bisa tangkap
bisa tepis
bisa sepak
bisa tumbuk
bisa tampar
 
Sebab Tangan barulah Tangan
Kalau tidak jadi t-a-n-g-a-n
Sebab tangan barulah tangan
Kalau malu pada Tuhan
Sebab Tuhan tak tegah
 
Tangan jadi parang
asal tak sembarang tetak
jadi pedang
asal tak sembarang tikam
jadi besi
asal tak sembarang keras
 
Sebab Tuhan sudah Phuah!
Sebab Tuhan sudah bilang Nah!
Sebab Tangan adalah Anugerah
Maka jangan sembarang Ah!
 
(1981/1997/2000).
 
Kami segenap Tim Redaksi Tabloid Tanjak dan seluruh Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, mengucapkan selamat Hari Puisi Dunia, 21 Maret 2021. (GhaP)

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas