Bintang Jatuh dan Bulan
553 Komentar 73856 pembaca
Ilustrasi (g. net)

Bintang Jatuh dan Bulan

Cerpen

Cerpen Zulvanny

“Nak, ada teman kamu yang datang!”

Aku berpaling kaget dari tugas akhir yang sedang kukerjakan, dan menatap ayahku yang berdiri di ambang pintu dengan gelisah dan raut wajah muram. “Siapa, Pa?”

Ayahku mengalihkan pandang keluar kamar. “Laki-laki,” jawabnya setengah hati. Seperti kebanyakan orang tua yang kolot, ayahku selalu merasa tidak nyamans etiap kali aku bergaul dengan lawan jenis. Padahal seharusnya ia tenang saja, aku bias jaga diri kok.

Aku melipat laptop dan segera berjalan keluar kamar. Papa mengawasiku dengan tajam saat aku masuk ke ruang tamu, di mana Rafa—pacarku selama tiga tahun ini, duduk.

“Hai,” sapanya ringan, sama sekali tak terganggu dengan tatapan menusuk ayahku. “Happy birthday,” Rafa mengeluarkan sebuah kotak kado dari dalam tasnya.

Aku tersenyum berseri-seri dan duduk di sampingnya, dalam jarak aman yang seharusnya membuat ayahku tak perlu khawatir. Namun ayahku malah semakin melotot. “Thanks,” kataku senang. Aku menerima kado itu dengan ceria. “Apa ini?”

“Sesuatu yang kamu inginkan,” jawab Rafa dengan senyumnya yang manis.

Aku menatapnya ragu, lalu membuka kado di pangkuanku dengan hati-hati. Saat aku membukanya, aku melongo. Sebuah iPhone model terbaru. “Thanks,” ucapku sekali lagi, nyaris tak percaya.

“Kamu suka?” Rafa menyentuh tanganku. Ayahku sudah hilang entah ke mana.

“Suka banget,” gumamku.

“Syukurlah,” Rafa mendesah lega.“Tadinya kupikir kamu marah karena aku dating terlambat. Pesawatnya delay, maaf.”

“Nggak apa, aku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan kamu sekarang. Jadi kehadiran kamu saja sudah bikin aku senang,” kataku. Aku menaruh kotak iPhone itu di sampingku dan menggenggam tangannya. “Kita jalan-jalan yuk?Atau ke rumah kamu?”

Entah kenapa, Rafa langsung menarik tangannya.“Aduh maaf, aku harus segera balik. Ada meeting nanti malam,” jelasnya.

“Ooh, sorry...” Aku berusaha memberinya senyum.

 Rafa menciumku lalu segera berdiri. “Aku pamit sama Papa kamu, yah!” Dia mencari ayahku untuk pamit. Setelah itu dia pergi.

Aku menatap kotak iPhone di tanganku. Keberadaannya membuat kusenang, tetapi di sisi lain aku merasa kecewa. Aku berjalan masuk ke dalam kamar dan menaruh pemberian Rafa itu di dalam laci. Lagi-lagi ayahku berdiri di ambang pintu. “Nak, buku yang Papa belikan sudah kamu baca?” Tanya ayahku lirih.

Aku menengadah menatap langit-langit agar air mataku tidak tumpah, lalu menjawab pertanyaan ayahku dengan tenggorokan tercekat. “Ya belumlah, Pa... Memangnya Harry Potter bias tamat dalam sehari?”

“Biasanya kamu bias tuh,” kata Papa. “Semoga kamu sukaya. Papa mau kerja dulu,” kemudian Papa pergi setelah merapatkan pintu.

Aku menunduk menatap laptopku yang merupakan pemberian Rafa dua tahun lalu. Juga jam tangan branded yang melingkari tanganku. Rasanya mereka sesuatu yang berguna tetapi tidak membuatku senang. Aku mengangkat kepala dan menatap jejeran buku pemberian Papa. Semuanya ada dua puluh satu, sesuai dengan usiaku. Aku ingin mengambil satu, tetapi mendadak malas. Akhirnyaa kumendorong kursi ke belakang, dan berjalan ke teras belakang.

Lama sekali aku duduk di sana hingga malam dating dan bulan purnama muncul malu-malu dari balik awan. Aku duduk menatap langit sambil mendengar suara ayahku menjahit dengan mesin jahit manualnya. Aku kangen Mama.

Tiba-tiba saja ayahku menepuk pundakku dari belakang. Aku menoleh kaget dan melihat dua cangkir kopi dan susu cokelat di tangannya. Baruku sadari mesin jahitnya sudah berhenti bersuara.

 “Kamu sedih ya?” Tanya ayahku. “Karena laki-laki tadi?”

Aku mengangguk saja, tak nafsu membuka mulut. Tapia kumenerima susu cokelat itu.

Ayahku ikut duduk bersila di sampingku.“Dia itu selalu memberikanmu barang-barang mewah yang kamu inginkan. Papa minta maaf karena tak bias membelikan itu semua,” kata Papa. Ini pertama kalinya dia membicarakan sesuatu semacam itu. “Tapi terkadang dia itu harus mengerti bahwa anak Papa juga butuh ditemani. Dia itu bagaimana?”

 Bukannya ayahku ya, yang tidak suka jika aku ditemani Rafa? Ada-ada saja.

“Jadi apa itu yang dia berikan tadi?” tanya Papa.

 “iPhone, Pa,” jawabku enggan. “Semacam hape.”

“Ooh,” ayahku menyesap kopinya. Aku tahu dia tak mengerti apa-apa tentang teknologi. Ayahku bahkan jarang nonton televisi. “Papa sebenarnya tidak suka kamu dekat dengan dia,” tiba-tiba ayahku melanjutkan.

Aku menatapnya kaget. “Apa? Kami itu pacaran, Pa! Masa nggak deket sih!” kataku kesal, tak sengaja meninggikan suara.

Ayahku bukan tipe yang biasa dibentak jadi dia langsung menatapku marah. “Kamu itu bagaimana!? Jadi perempuan harus lebih berharga diri! Jangan mau dekat dengan laki-laki dan menerima hadiah mahal darinya! Memangnya kalian itu sudah menikah!?” teriak Papa, membuat jantungku berdebar.

Aku meletakkan gelasku di lantai dan berdiri dengan kesal.“Sudahlah, Papa nggak bakal ngerti!” bentakku. Aku berderap ke dalam rumah, karena tak ingin percakapan ini berlanjut.

Di dalam kamar, aku mengunci pintu dan duduk di ambang jendela. Lalu aku menangis dan mengabaikan bulan purnama yang menatapku dengan pandangan yang tak bias kuartikan. Mungkin saja dia sedang men-judge-ku. Mungkin juga menertawakanku.

Tapi aku tak peduli. Aku marah Papa berkata begitu. Bagiku, Rafa adalah milikku yang paling berharga.

Esok harinya, aku mendapat kabar buruk. Saataku sedang di kampus, aku mendapat telepon dari tetangga bahwa ayahku baru saja dilarikan ke rumah sakit karena pingsan saat menjahit. Dengan panic aku langsung ke RSUD dengan motorku. Tetapi, di parkeran aku melihat mobil yang familier. Saatku perhatikan, ternyata nomor platnya cocok dengan mobil Rafa. Dan aku melihat ada seorang gadis suster yang berdiri di samping pintu sopir, dan mencondongkan tubuh ke dalam. Aku menajamkan mataku untuk melihat ke balik kaca, dan samar-samar aku mengetahuinya. Bahwa suster itu sedang bermesraan dengan Rafa.

Aku menarik nafas dan berusaha tegar. Setelah itua kuberlari ke kamar tempat ayahku dirawat. Di dalam ruang berbau antiseptic itu ayahku sedang duduk membacakoran. Ia tampak baik-bai ksaja, thanks God..

Saat melihatku, ayahku tampak bersedih. Ia memelukku. “Papa minta maaf, ya nak,” ucapnya. “Papa tahu dia seperti bintang jatuh yang selalu mengabulkan keinginanmu, tapi Papa yang selalu bersamamu selama ini ibarat bulan yang setia di langit malam walau berubah-ubah bentuknya. Papa inginkamu mengerti bahwa Papa menyayangikamu.”

 Aku menangis di pelukannya. “Aku yang minta maaf, Pa..Bagaimana pun cuma Papa yang ada di sampingku selama ini.”

Papa menatap kubingung.“Kamu nangis karena Papa sakit atau karena setuju putus sama laki-laki itu?”

 Uh, Papa. “Aku nangis karena Papa lah,” kataku pura-pura marah. Lalu aku tertawa.

Papa ikut tertawa dan mengelus rambutku. “Papa saying kamu, nak.”

 

Zulvanny adalah mahasiswa Sastra Indonesia, FIB Universitas Lancang Kuning, semester 1.

 

 

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Ada 553 Komentar untuk Berita Ini

  1. xtyvbbon 18 April 2020 - 01:28:24 WIB

    how did jeffrey epstein make his money ways to make money <a href=" http://smolniva.ru/ ">make money</a> make money apps ways to make money from home

    make money at home how to make money on amazon [url=http://schoolcard.ru/] work from home[/url] photos imgclick easily make money sharing will friends social free file upload best way to make money

    http://astroreferat.ru/ - work from home

  2. bmnpabon 23 April 2020 - 07:46:48 WIB

    coronavirus cases coronavirus nachrichten <a href=" https://pharm-usa-official.com/coronavirus/# ">coronavirus treatment</a> italy coronavirus greta thunberg coronavirus

    coronavirus tracker indiana coronavirus [url=https://pharm-usa-official.com/coronavirus/# ] coronavirus treatment[/url] who coronavirus accelerating italy coronavirus update

    https://pharm-usa-official.com/coronavirus/# - ‌‌coronavirus drug

  3. dfqgbbon 27 April 2020 - 22:25:25 WIB

    cdc coronavirus coronavirus india <a href=" https://pharm-usa-official.com/coronavirus/# ">‌‌coronavirus drug</a> baby shark coronavirus coronavirus deutschland todesrate

    coronavirus update scarface coronavirus [url=https://pharm-usa-official.com/coronavirus/# ] coronavirus florida[/url] johns hopkins coronavirus virtual volunteering coronavirus

    https://pharm-usa-official.com/coronavirus/# - spain royal coronavirus death


    https://sinardepok.com/uang-tak-kunjung-kembali-nasaba h-di-depok-dirugikan-pihak-asuransi-garda-otto/comment-pa ge-2/#comment-261040
    http://www.jquery-board.de/member s/262509-xhixcEdits
    https://sporghay.com/index.php/cul ture/sport/item/112204-la-ghazni-tekhtadalay-zwan
    http ://www.4cccc.net/home.php?mod=space&uid=888291
    htt ps://jpn.itlibra.com/article?id=10273

  4. kvdmhhTup 29 April 2020 - 21:10:23 WIB

    bad credit car loans veterans united home loans <a href=" https://paydailoanz.com/# ">discover student loans</a> payday loans prosper loans

    quicken loans avant loans [url=https://paydailoanz.com/# ] personal loans[/url] business loans loans

    https://paydailoanz.com/# - quicken loans login

    https://e-poketsearch.com/2020/03/24/post-19657/?unapp roved=13339&moderation-hash=5b4aa19afaaaec8eda2bb1666 8d84fed#comment-13339
    https://www.the-last-survivor.de /pferderennen-auf-the-center/?unapproved=442&moderati on-hash=2f7f4bafb9a0cf139be703227081552a#comment-442
    h ttps://www.zxymk.com/space-uid-297735.html
    http://www. adiabene.com/weekly/item/5606-2016-05-08-11-32-39
    http s://www.dkki.co.id/forums/topic/loans-ox-my

  5. Tadalafil 30 April 2020 - 01:06:20 WIB

    Wow! After all I got a weblog from where I be capable of truly take helpful facts regarding my study and knowledge.

  6. https://www.edrxman.com/buy-tadalafil-online/ 30 April 2020 - 02:54:09 WIB

    I'm really loving the theme/design of your weblog.

    Do you ever run into any browser compatibility issues?
    A couple of my blog readers have complained about my site not working correctly in Explorer but looks great in Chrome.
    Do you have any advice to help fix this problem?

  7. Chris 30 April 2020 - 15:56:54 WIB

    What's Taking place i'm new to this, I stumbled
    upon this I've discovered It absolutely helpful and it has helped me
    out loads. I hope to contribute & aid different users like its helped me.
    Great job.

  8. Side Effects Of Extenze 03 Mei 2020 - 08:24:06 WIB

    Have you imagined you might have a far greater s**ual performance?.


    Herbal male enhancement pills - Side Effects Of Extenze - extenze
    male enhancement

  9. Buy Vardenafil Online 03 Mei 2020 - 10:33:12 WIB

    Great work! That is the kind of info that should be shared around the net.
    Shame on Google for no longer positioning this post
    upper! Come on over and visit my site . Thank you =)

  10. Roberttut 28 Mei 2020 - 08:07:41 WIB

    kamagra oral jelly in india http://kamagrabax.com/ - kamagra oral jelly wirkungszeit <a href="http://kamagrabax.com/">kamagra 100mg</a> kamagra usa

1 2 3 56

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas