Aku Bunuh Jua
3 Komentar 1446 pembaca
Wira Igal Kurniawan

Aku Bunuh Jua

Puisi

Puisi-puisi Wira Igal Kurniawan

Aku Bunuh Jua

Detik terpaku di sela sunyi
Debar menyengat raga
Terkenang akan kau
“Siapa?” bertanya benak pada rasa

Dalam kedipan muncrat seketika rupamu
Melebar bibir mengecup rindu
Bingung aku akan takut
Hilangmu kucemasi

Hari berganti nama, tak namamu
Sebuah senyum menggelegar dada
Menyambar tepat di kosongnya diri
Tibanya di saat tepat

Takutku hilangmu
Berdua di kesendirian itu tak lagi datang
Kerana raibmu
Lenyap yang senyap pada harap terpengap

Kini,
Kubunuh rasaku
Kau tetap di sini.


Kembali ke Lembah

Deras air terjun lembah risau menghentak mimpi beranjak pergi
Segepal tanya disaku dalam dada
Dia telah buta oleh langkah dan raut wajah
Bijaknya tiada terdengar, hanya mengutip butir-butir pasrah tak berarah

Amuk terpuruk akan kasih
Tapi keras batumu perlahan membunuh
Dia datang bersama tahta yang kau idam
Tiadakah mata punya kejujuran?

Angin disangka adalah ia yang membawa
Memecahkan daun pendengaranmu
Ternyata adalah obat dari serpihan amarahmu
Kau sengaja tak melihat lilin yang ia bawa

Lilin itu adalah ia
Terangmu kerana cahaya
Gelapmu kerana kebutaan rasa
Kau tak lagi punya waktu kedua

Saat lembah risau mulai sunyi
Kau merindukan lilin yang membeku tak bersumbu
Secayat luka akan bertemu
Sayangnya dia hanya tinggal sepenggal nama

Dibawah rindangnya ingin ka bernaung
Rupanya sebidang tanah telah bertuan
Tangis sesal tak merubah apa dari siapa
Batu menjadi luluh
Sayangnya hari esok telah pulang
Hanya berbekal kenangan dari tanah orang

Kepada Malam

Wahai sahabatku
Terima kasih telah sudi bertemu kembali hari ini
Seribu kisah telah sampai kepadamu
Bertajuk nyanyian nyilu

Kau mungkin akan terperanjat
Aku membawakanmu sebuah kabar baru
Ya, setelah sekian lama di penjara
Aku bertemu diriku

Aku
Yang tak mengenal air mata
Yang tak mengerti arti sesal
Tidak perduli hari

Aku telah bebas
Burung-burung di kepalaku pun kembali bebas
Kita tau, bukan manusia yang bersayap

Tiada berarti layang-layang melayang
Tidak juga mampu kuasai yang terbentang tak bertepi

Kau tau sahabat,
Tali-temali di kakiku tiada lagi
Saat bayangan kelam mengikat langkah
Sebilah kata jadi senjata
“LEPAS”

Jika diperkenankan kembali bersua
Kuundang kau dengan senandung ria
Kenduri lepasku dari penjara luka
Membunuh segala cerita lama

Sajak Pelunak Jiwa

Kuulam sajak menjadi pelipur lara penghantar nyenyakmu
Mengukir mimpi dari bait-bait kalam terpendam
Labuh dan rebahlah dikau dalam dekapan huruf
Maka kan kusebut namamu dalam baris selanjutnya

Intan Kasturi asma juwita jiwa
Kunandungkan lewat sajak-sajak pelunak jiwa
Merasuk dikau dalam
Tak kau harap mengapung dari mimpimu

Ahai........
Larut hanyut gelora bak ribut menjemput
Si buah hati telah terbawa arus kata-kata
Ianya tiada bersudi berbangkit lagi

Inilah sajakku melunak jiwamu
Kubelai engkau dangan sutera kata
Kuselimuti dikau dari kehalusan
Kucium kau pada bait pertama.

Wira Igal Kurniawan lahir di Igal, Kabupaten Indragiri Hilir, 14 April 1993, adalah mahasiswa Program Studi Sastra Daerah (Melayu) Fakultas Ilmu Budaya Unilak, semester VI

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Ada 3 Komentar untuk Berita Ini

  1. cara mengobati gastritis kronis 24 Januari 2017 - 08:51:38 WIB

    ini sangat berguna bagi saya, karena bisa menambah pengetahuan saya mengenai salah satu penyakit.http://bit.ly/2hIUDTy

  2. obat pityriasis di apotik 26 Januari 2017 - 09:20:19 WIB

    ini sangat berguna bagi saya, karena bisa menambah pengetahuan saya mengenai salah satu penyakit.https://goo.gl/IxYuyZ

  3. wira igal kurniawan 12 Februari 2017 - 09:14:19 WIB

    Terima kasih...

1

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas