Tag - cerpen

  • Sebuah Tekat Anak Bujang
    79

    Sebuah Tekat Anak Bujang

    Oleh: Asrul Irawan Sudah beberapa hari ini Ujang selalu pulang tengah malam, badannya mulai tirus, mata mulai cengkung, dan kulit pun mulai gelap. Namun apa boleh buat, hanya ini yang bisa Ujang [...]

  • PENANTIAN
    67

    PENANTIAN

    Banyak orang bertanya mengapa aku selalu membiarkan jendela kamar terbuka disetiap malam. Bahkan ketika udara dingin di bulan Juli, yang menusuk semua tulang sanubariku. Mereka yang jendelanya masih [...]

  • Broken me
    383

    Broken me

       “menyenangkan kalau utuh”, tulisku pada sebuah buku diary yang senantiasa menemani setiap dukaku. Diary yang selalu menjadi cawan air mataku saat semua luka membekas air [...]

  • BUKU HARIAN
    241

    BUKU HARIAN

    “Aku rindu, tapi tak tahu pada siapa aku dapat melampiaskan rindu ini.” Hembusan angin terdengar sangat jelas di balik dinding kamarku, terasa samar-samar lembutnya sentuhan angin yang [...]

  • Gara-gara Corona
    632

    Gara-gara Corona

    Pagi yang cerah, Sepeti biaso Yung Dolah duduk besando di kursi depan umah sambil menikmati segoleh kopi anggat dengan kaki yang tekutik-kutik mengikuti suao Angin. Tengah mengiup kopi anggat yang [...]

  • 27, 2017
    567

    27, 2017

    “Aku tidak hidup, tapi tak benar–benar mati…” Kau percaya mesin waktu? Mesin yang bisa membawamu dari zaman yang kau tinggali sekarang, menuju zaman yang ada di depanmu, [...]

  • Kisah Dahulu
    613

    Kisah Dahulu

    "Kenapa tak pakai jaket, Jang? Semakin malam, semakin dingin." Dino memberiku sehelai selimut. Aku dan Dino harus menyelesaikan tugas dan kewajiban kami sebagai mahasiswa tahun ke-3. Kami harus KKN [...]

  • Melawan Corona 1
    480

    Melawan Corona 1

    "Ape masalahnye kalau di umah aje, Tah?" tanye Leman Lengkung kepade bapak saudarenye Atah Roy. "Masalah makan sehari-harilah," jawab Atah Roy agak geram. "Kan bisa puase, Tah, dapat juge pahale," [...]

  • Perempuan Tidak Berkepala
    435

    Perempuan Tidak Berkepala

    Ia sangat gemar sendirian, mendendangkan syair merupakan pilihan hati yang paling dalam. Hidup terkekang adalah penjara setiap manusia dan dirinya sendiri. Mak merupakan para pelahir yang menaburkan [...]

  • Ketika Tahta Yang Meraja
    334

    Ketika Tahta Yang Meraja

    Angin menjadi saksi segala kenistaan hidup sebuah negeri dan tahta adalah rajanya. Bukan negeri yang mengatur tahta, tapi tahta yang mengatur negeri. Apalah arti kejujuran yang diibaratkan adalah aku [...]

Kembali ke Atas