Puisi Bagi Pedalaman
0 Komentar 309 pembaca
Gambar Net

Puisi Bagi Pedalaman

Buah Pikir

Cerita singkat sejarah puisi, Puisi yang tertua di Barat yang ditemukan adalah Epos Gilgames, yaitu dari milenium ke-3 SM di Sumeria (di Mesopotamia, sekarang Irak). Yang mana untuk tulisannya sendiri berbentuk baju. Namun disini kita tidak membicarakan sejarah dari puisi tapi kita akan membahas makna puisi bagi para pedalaman.

Di Indonesia sendiri masih banyak daerah-daerah pedalaman yang masih mempercayai kepercayaan dan mitos-mitos nenek moyang. Terlebih lagi kurangnya ilmu pengetahuan dan teknologi membuat mereka percaya akan namanya kaajaiban sebuah puisi atau kumpulan kata yang dianggap suci oleh empunya. Dengan adanya peringatan hari puisi nasional, tentu banyak orang termotivasi untuk semakin mencintai puisi dalam konteks modren, namun berbeda bagi orang pedalaman, mereka masih menggunakan puisi-puisi kuno dahulu yang masih terjaga sebagai pegangan pengobatan dan kepercayaan gaib pada Tuhan.

Contohnya saja di daerah Sungai Pinang, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, masih banyak masyarakat yang sangat mempercayai sebuah puisi lama yang berbentuk pantun-pantun untuk mengobati penyakit deman. Yang mana biasanya mereka akan membacakan pantun itu ke dalam air dan mengusapkan air tersebut kepada beberapa anggota tubuh orang yang sakit, dan ya begitulah makna puisi dalam kehidupan mereka. Puisi tidak akan lepas dari kehidupan masyarakat pedalaman yang memang mereka sangat menghargai pembelajaran yang diberikan oleh orang-orang terdahulu.

Dan ini lah makna puisi bagi mereka, tertinggal dari Teknologi dan kemeriahan kota membuat mereka masih menganut kepercayaan sebuah puisi lama yang dianggap sakral dan ampuh sebagai bahan pengobatan. (HA)

 

Editor: GhaP

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas