Negeri Para Tikus Berdasi
0 Komentar 165 pembaca
Ilustrasi dari Google

Negeri Para Tikus Berdasi

Buah Pikir

Tabloidtanjak.com-Unilak. Esok merupakan peringatan Anti Korupsi Sedunia atau Hakordia yang diperingati setiap tanggal 9 Desember. Berbagai upaya anti korupsi selalu digumamkan di media dan sosmed oleh KPK ataupun, masyarakat umum ikut ambil bagian seakan ia akan hilang begitu saja. Pembasmian korupsi tidak akan pernah usai, peluang selalu datang, pundi-pundi rupiah melicinkan jalan menuju terowongan dengan tujuan kekuasan dan keuntungan oknum.

Beberapana nama kelas kakap yang ditanggap KPK 10 hari terakhir yang beritananya terdengar langsung oleh kita di TV nasional ataupun swasta. Berikut sumber dari KOMPAS.COM diantaranya adalah.

  1. Menteri kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, yang diberitakan tertangkap KPK DI Bandara Soekarna-Hatta 25/11/2020 kunjungan dari kerja di Honolulu, Amerika Serikat. Edhy ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin espor bibit lobster.
  2. WALI Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna, dalam operasi tertangkap tangga 27/11/2020 ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin pembagunan penambhan Gedung Rumah Sakit Umum Kasih Bunda Cimahi.
  3. Bupati Banggai Laut, kpk menangkap Bupati Laut Wenny Bukamo Kamis 3/12/2020 wenny diduga menerima suap dari sejumlah rekanan proyek di Banggai Laut yang jumlahnya telah melebihi 1 miliar selama September-November 2020.
  4. Menteri Sosial Juliari Batubara, KPK menggelar operasi tangkap tangan pada Jumat (4/12/2029_ malam hingga Sabtu (5/12/2020)dini hari terhadap pejabat Kementerian Sosial. KPK kemudian menetapkan Menteri Sosial Juliari  Batubara sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial Covid-19.

Tentunya apresiasi setinggi-tingginya untuk KPK yang sudah memberantas korupsi yang melahap hak dari Masyarakat luas. Kekuasan, kedudukan, dan wewenang disalah gunakan yang seharusnya masyarakatlah yang menjadi prioritas yang harus diperhatikan. Dimana ada proyek pasti ada tikus berdasi yang mulai beraksi, jangan-jangan kedatangan vaksin ke Indonesia juga akan ada nama-nama baru yang akan masuk ke jajaran para tahanan korupsi.

“Wahai para petinggi lihatlah kejalan, lihatlah ke Pedesaan, kami yang terjepit pangan, sandang, papan tak layak digunaakan namun tetap bertahan. Dengan alasan generasi yang tetap harus hidup berjuang tidak hanya melawan ketakuatan saja, melawan perut yang lapar sudah sering kami rasakan, berhayal hidup di rumah gedongan menjadi impian, namun bagaimana kelangsungan ini tetap berjalan jika hak kami saja kalian telan?”.

Negeri para Tikus Beradasi yang berujung Tembok Jeruji tidak menjadi momok yang menakutkan bagi para petinggi, sepertinya sudah menjadi hal yang lazim untuk dilakukan karena pundi-pundi rupiah yang menanti menjadi santapan lezat. Karena sangsi yang akan ia hadapi masih terbayar dengan kenikmatan hidup gelamor yang ia dapatkan. Kapan hal ini akan berakhir jika jalan terowongan, jalan tikus, jalan udara, jalan laut, jalan darat masih dikuasai Tikus Berdasi, masalah ini tidak akan pernah usai kecuali para petinggi yang terpilih benar-benar mementingkan masyrakat dan negaranya bukan kepentingan pribadi.

 

Penulis: Siti Nurhasanah

Editor: GhaP

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas