“Taman” Karya dan Sepenggal Perjalanan Rida K Liamsi
0 Komentar 51 pembaca
Tabloid Tanjak

“Taman” Karya dan Sepenggal Perjalanan Rida K Liamsi

Tokoh

Rida K Liamsi, lahir di Dabo, Singkep, Lingga, Kepulauan Riau, 17 juli 1943, 76 tahun yang lalu. Sosoknya dikenal sebagai sastrawan dan budayawan Melayu, yang namanya dikenal di seluruh penjuru negeri Melayu.

 

Selain berperan sebagai sastrawan dan budayawan, Rida juga menekuni profesi sebagai seorang guru dan pewarta yang sekarang memegang kendali group Media Riau Pos. Banyaknya penghargaan yang diraih olehnya, dan begitu sering ia diundang untuk menghadiri berbagai perhelatan baik di dalam negeri maupun di luar negeri seperti Malaka, Johor Bahru, Kuala Lumpur, Seoul, dan Hanoi. Menjadi bukti bahwasannya Rida telah menyumbangkan kreatifitas yang begitu luar biasa bagi Indonesia.

 

Rida pernah bekerja sebagai jurnalis di Berita Buana (1972 – 1973), majalah Tempo dan surat kabar Suara Karya (5 tahun), dan ia juga dipercaya memegang jabatan sebagai pemimpin redaksi surat kabar mingguan Genta di Pekanbaru, pada tahun 1983. Selain itu, Rida juga pernah menjabat sebagai ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Riau. Barulah pada tahun 1991, beliau memimpin Riau Pos. Di bawah Group Riau Pos, Rida memimpin setidaknya 14 koran harian, 6 percetakan, 5 televisi, 1 radio siar, 15 koran online, dan 4 news portal. Yang tersebar di Sumatra bagian Tengah dan Utara, berpusat di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Rida K Liamsi mendirikan Yayasan Sagang sejak tahun 1997, yang merupakan penghargaan bagi para budayawan karya, lembaga budaya, dan peliputan budaya, terkhusus kebudayaan Melayu. Sagang juga merupakan majalah budaya satu – satunya di Indonesia yang ia pegang. Pada tahun 2011, Majalah Sagang menjalin kerjasama dengan mejalah sastra Korea Selatan, Sipyung. Yayasan yang ia pimpin, juga mengelola Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) sejak tahun 2010.

 

Nama yang dikenal sebagai Rida K Liamsi, ternyata adalah kebalikan dari nama yang ia miliki sebenarnya yaitu, Ismail Kadir. Pada saat Rida berprofesi sebagai seorang guru SD Negeri di Tanjung Pinang, ia sudah memiliki hobi menulis sastra, maka dari itu dia seharusnya memiliki nama pena. Bermula dari Iskandar Leo, saat berganti profesi menjadi seorang wartawan barulah Rida mengganti nama penanya, menjadi Rida K Liamsi. Itulah nama yang melekat pada dirinya, dan menjadi identitas yang dikenal semua orang.

 

Tak hanya puas dengan media, Rida juga terjun ke dunia bisnis. “Setelah jadi pemimpin redaksi, pemimpin umum, lalu mau jadi apa lagi? Kan harus jadi penerbit, punya koran sendiri. setelah punya satu dan berkembang, lalu bagaimana lagi? Kan kepingin punya dua, tiga, dan akhirnya jadi group. Dari koran pindah ke percetakan, tambah TV, tambah yang lain. Menggelinding.” Cerita Rida K Liamsi (Dikutip dari tabloidtanjak.com).

 

Semangat yang tak pernah putus dan rasa bergelora di dalam hati seorang Rida K Liamsi terhadap karya sastra menjadi pupuk dalam menanam bibit – bibit kreatifitas dan menciptakan karya – karya yang membuat dirinya berperan penting dalam dunia kesusastraan, khususnya Melayu.

Siapa yang tidak mengenal Rida K Liamsi, di bumi Melayu ini? Karya – karyanya menjadi bunga yang tumbuh subur di tanah Lancang Kuning, menghiasi taman – taman Sastra Riau, dan berkembang hingga kepenjuru negeri.

 

 

Laporan : Dirga Putri

Sumber bacaan : Internet

Pernah diterbitkan di Tabloid Tanjak Cetak Edisi-7

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas