Puisi-Puisi Asrul Irawan
0 Komentar 690 pembaca
Asrul Irawan

Puisi-Puisi Asrul Irawan

Puisi

SENJA BERDUSTA

Di atas jembatan rapuh,
Sepasang mata duduk menatap awan senja.
Menanti tawa yang diselimuti duka dan terpaan air mata
Perlahan tempias cahaya memudar
Kerlingan mataku pun mencarinya

Aku tanya kepada malam,
Hilang...
Tak ada kedip pada bintang.
Semua yangku lihat gersang,
Layaknya langit tak bertiang.
harapanku pupus dan hilang,
Menantinya tak kunjung datang.

Aku hanya bisa memandang dengan mata yang berkunang.
Hilanglah dalam kenangan.


LUKA YANG TAK USAI

Sepi mengusikku lagi
datang seperti mentari,
dan pergi sesuka hati.
Mencampakkan duri-duri pada hati yang rentan ini,
rasa yang hampir mati kembali kau gerogoti

Cukup
Jangan kau tanam duri diselimut penghangat tidurku

Sudahlah
Jangan sembunyi lagi, aku tahu dunia ikut memaki.

Pergilah
Aku tak sudi menjadi paku di antara duri-duri

Biarkan waktu menjadi saksi
Bahwa kau dan aku takkan pernah bersatu kembali


PEMAIN TIDUR

Aku menggagahkan diri di atas purnama melihat malaikat senja, sedang menghafal aksara yang kian sirna
Ku pandangi dengan penuh makna dan menerka lukis pada mata

Ingin ku genggam
Namun hati Enggan
Namun keluh menjadi bungkam
Ingin ku dekati
Namun ia asik sendiri

Aku hanyalah lentera jingga
Yang tak kuat memelihara nya
Aku takut ia sirna dalam sekejap mata,
Hahahha
Aku sadar ini hanya mimpiku disetiap pagi


SEPERCIK RINDU

Rindu ku.
Hanya mampu bertemu lewat kertas yang berlumur debu.
Menuliskan untaian kata pilu bersama rindu,
Rindu ku.
Bagaikan rumah tak bertiang,
Bagaikan pantai yang gersang.
Ingin rasanya bicara bersama waktu, menyuruhnya kembali kemasa lalu.

Tak mampu rasanya untuk bertemu.
Namun dalam pejaman mata, ku tiupkan isyarat cinta
Memutuskan segala pilu
Mengusap seluruh rindu
Menghilangkan rasa yang menggebu-gebu.

Mungkin rinduku hanyalah igauwan semata, yang tak mampu membuatmu tersadar akan cinta yang ku punya.
Biar semua berjalan sebagaimana mestinya
Aku takut mengejar, lelah beriring malu ditertawai luka. Yang nyatanya, memilikimu hanyalah khayalan semata

 

Asrul Irawan merupakan mahasiswa aktif Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Lancang Kuning. Mahasiswa tahun ke-2 ini, karya-karyanya sudah cukup sering terbit di tabloidtanjak.com.

 

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas