Goresan Tinta Kurnia Sandi
0 Komentar 655 pembaca
Foto Ilutrasi diambil dari internet (Google).

Goresan Tinta Kurnia Sandi

Puisi

ANTARA

Di malam aku bercerita kepada wadah lama yang kini ku temukan lagi,
Mendengar seksama semua luka yang terjadi dan aku terima
Di malam yang sama aku melihat sang pemberi luka bahagia bersama wadah barunya
Dan di waktu yang sama pula aku merasa baik-baik saja atas bahagianya sekarang
Dulu sempat luka, sempat tidak rela, sempat begitu patah, sempat memilih untuk membenci, bahkan sempat tidak ingin mengikhlaskan
Namun kini entah kenapa semua perlahan berubah
Senyum ikhlasmu untuknya menjadi penyebabku tersenyum pula
Bahagiamu bersamanya menjadi pernyebabku bahagia pula
Entahlah…
Antara hati sudah yang sembuh
Hati yang sudah merelakan
Hati yang sudah mengikhlaskan
Aku pun masih bertanya pada diri sendiri

Menurutmu bagaimana?


MEN-CAMPAK


Kau datang
Kau datang
Kau datang dengan keadaan yang kau sendiri kering
Kau datang dengan keadaan yang kau sendiri butuh pegangan
Kau datang dengan keadaan yang kau sendiri butuh pijakan

Namun kau memilih datang pada jerambah yang pondasinya lemah berlumut
Kau datang pada jerambah yang kau sendiri tahu papannya kering dan lapuk
Kau datang pada jerambah yang kau sendiri tahu gelegarnya retak di tengah
Jerambah itu tidak memiliki apapun sebagai pegangan

Dan kau masih datang dan berdiri di jerambah yang kau sendiri tahu kau akan campak disana
Dan masih memilih tetap disana.
Seketika kau bukan dicampakkan
Meliankan mencampakkan diri.

 

GURU ITU APAPUN

Aku berguru Pada pohon
Bagaimana tetap tegar dan kokoh walau diterpa kencang angin, deras hujan, dan terik matahari.
Aku berguru pada tanah
Bagaimana tetap sabar ketika terinjak, ketika terkikis, ketika tergores, ketika terluka namun tetap menerima sebagai tempat untuk berpulang.
Aku berguru pada lilin yang menyala
Walau dia tahu akan mati, lalu hilang namun tetap memberi kebaikan sebelum kematian itu datang
Aku berguru pada matahari
Bagaimana tetap bersinar walau ada yang tidak menyukai sinarnya, walau ada yang menghindar dari cahayanya namun tetap yakin dia begitu berguna.
Aku berguru pada rembulan
Bagaimana tetap bersinar dikala sebagian orang memilih meninggalkannya tidur pulas
Aku berguru pada embun pagi
Yang selalu hadir tepat waktu walau sebagian orang memilih masih tertidur, namun dia tahu kuntum bunga menantinya.
Dan…
Aku berguru pada diriku sendiri bagaimana tetap terlihat biasa saja walau sanubari tergores, terluka, patah, rapuh, runtuh, marah, sedih bahkan sampai ingin pergi dari diri sendiri.

 


Kurnia Sandi, merupakan mahasiswa aktif , Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning.

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas