Ketika Tahta Yang Meraja
0 Komentar 97 pembaca
Gambar ilustrasi by Google

Ketika Tahta Yang Meraja

Cerpen

Angin menjadi saksi segala kenistaan hidup sebuah negeri dan tahta adalah rajanya. Bukan negeri yang mengatur tahta, tapi tahta yang mengatur negeri. Apalah arti kejujuran yang diibaratkan adalah aku anak negeri ini. Selalu mendengar, melihat, dan merasakan kenistaan ini, hanya saja aku tak dapat merajai negeri ini, hingga diam menjadi kebudayaan.

Aku tahu banyak hal tentang negeri ini, bahkan bukan hanya aku tapi semua orang sudah mendalaminya. Sama seperti ayahku, yang merupakan seorang pejabat desa. Ia tahu tentang kebenaran, ia tahu tentang dosa, dan ia tahu jalan keluar. Hanya saja, ia menjadikan diam sebagai kebiasaan kehidupan. Betapa banyak tahta mengambil hakku dan semua orang. Ia mencuri hak kami secara terang-terangan, lalu apa kata negeri?

 “Biarlah jadi angin lalu”, ungkap angin.

Lalu pantaskah kejujuran mencari kebenaran? Setelah angin  yang begitu penting ditolak oleh tahta.

Sempat bertanya dalam diamku, “Apakah ada sebuah terowongan menuju cahaya yang jauh dari negeri dan tahta? Sehingga aku tak merasa terzalimi oleh akal aku sendiri? Ataukah hanya ini tugasku di dunia ini? Berdiam diri melihat tahta tetap kokoh dengan kerajaanya, namun aku hanya menjadi alat untuknya yang selalu berkuasa! Gila”.

Sampai dititik kejenuhan merangkul hati untuk melawan dan menegakkan kebenaran, lalu aku runtuhkan tahta itu dengan terus mengajak orang disekelilingku untuk tetap bersabar dan merangkai siasat agar dapat meruntuhkannya.

Boomm!!

Musnah semuanya. Musnah dengan kekuatan kami dalam satu suara. Inilah kekuatan orang jujur yang terasingkan oleh tahta yang meraja.

 

Regina Abdillah, merupakan mahasiswi jurusan Sastra Daerah (Melayu), Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, semester 4. Ia juga merupakan wartawati Tabloidtanjak.com.

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas