Seminar Internasional: Memperkokoh Nilai-Nilai Budaya Melayu Dalam Kehendak Zaman
0 Komentar 162 pembaca
Encik Shamzulazzam bin Zakaria dalam memaparkan materinya

Seminar Internasional: Memperkokoh Nilai-Nilai Budaya Melayu Dalam Kehendak Zaman

Berita

Tabloidtanjak.com-UNILAK  Budaya adalah sebuah identitas yang menjadi ciri khas keunikan dari sebuah daerah. Budaya juga merupakan sebuah karakter dari sebuah bangsa, dan sangatlah penting di dalam sebuah seni itu sendiri pada era modern saat ini. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB UNILAK menyelenggarakan Seminar Internasional yang bertemakan “Pentingnya Seni dan Budaya dalam Pengembangan SDM di Era 4.0”, yang dilaksanakan di Aula Puskom Unilak, Kamis (05/03/20).

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB mendatangkan sejumlah narasumber yang sangat luar biasa, diantaranya Bapak Binsar Manulung (Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud RI), Encik Shamzullazman bin Zakaria (Sastrawan dan Teaterawan) dari Malaisya, Ibu Dr. Misharti, S.Ag.,M.Si (Anggota DPD RI) serta mahasiswa/i FIB Unilak yang ikut memeriahkan acara seminar internasional yang di moderatori oleh Deni Afriadi, S.Pd.,M.Sn.

Yuli Syaputra selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FIB Unilak ini menjelaskan bahwa, dengan adanya acara ini yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi yang berkecimbung di dunia kebudayaan khususnya pemerintah dapat lebih memperhatikan dan mendukung kegiatan yang sangat erat berkenaan tentang seni dan budaya.

“Sebuah bangsa berasal dari sebuah kebudayaan, dan kebudayaan adalah karakter sebuah bangsa. Dengan dilaksanakannya acara ini saya berharap petinggi lebih memperhatikan dan memberi dukungan khusus terutama dengan kegiatan yang berkena dengan kebudayaan.”

Karena selama ini pementasan-pementasan yang berkaitan dengan seni sangat jauh dari perhatian pemerintah khususnya seni dan budaya di Indonesia. Pemerintah lebih condong kepada budaya asing yang mungkin beberapa tahun ke depan akan merosotkan nilai budaya leluhur bangsa ini, terutama budaya melayu di Riau yang sangat kental dengan budayanya tapi tidak sedikit juga nilai-nilai budayanya yang semakin terkikis ditelan oleh zaman. Masyarakat luas menganggap seni adalah seseuatu yang dikucilkan tapi tanpa mereka sadari mereka hidup dengan seni dan budaya, nilai budaya khususnya budaya melayu seharusnya di olah sesuai dengan perkembangan zaman, agar budaya itu tidak hilang.

Seperti yang dijelaskan oleh Dekan FIB, Bapak M.Kafrawi, S.S.,M.Sn,  “Bangsa Indonesia disatukan oleh budaya, jikalau berbicara tentang budaya pastilah kita berkaitan dengan kemanusiaan, tetapi pada saat ini seni dianggap sesuatu yang biasa saja. Seharusnya budaya melayu khususnya harus diolah sesuai dengan perkembangan zaman, agar nilai-nilainya tetap kokoh dan tidak punah”.

Sebagai negara Adidaya kebudayaan, Indonesia memang memiliki banyak sekali budaya-budaya yang tersebar di bumi pertiwi ini. Kekuatan budaya di Indonesia terbukti dengan adanya 4.521 tradisi lisan, 7.444 pengetahuan tradisional, 3.800 permainan rakyat, 8.224 bentuk kesenian, 66.946 cagar budaya, 23.989 Warisan Bukan Tak Benda (WBTB), 21.406 industri budaya, 19.113 infrastuktur budaya, 359 kab/kota, 34 provinsi yang sudah menyusun PPKD.

Binsar Manulang (Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud RI) menjelaskan bahwa, kebudayaan Indonesia sangat kaya, Indonesia di tetapkan oleh UNESCO sebagai negara Adidaya Kebudayaan, banyak sekali kekayaan yang ada di Indonesia ini terutama warisan tak  benda yang sebenarnya bisa dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat”.

Lantas pentingkah seni dan budaya pada saat sekarang ini? Jawabannya tentu seni dan budaya ini penting bagi kita, karena dari kehidupan inilah dihasilkan sebuah kebudayaan dan mewariskan kebudayaan. Potensi dari bidang seni dan budaya ini sangatlah besar terutama untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 “Potensi yang ada belum terkelola secara baik, padahal Indonesia memiliki banyak orang hebat terutama dibidang seni dan budaya”, jelas Dr. Misharti, S.Ag.,M.Si.

Jadi, seni dan budaya sangat penting keberadaannya bagi suatu bangsa karena budaya adalah karakter dari sebuah daerah atau bangsa dan seni adalah satu rasa dalam jiwa selamanya sampai akhir hayat.

“Seni adalah sebuah kebenaran, dan kebenaran adalah seni, roh dan jiwa haruslah ada pada seni, jadi bawalah seni dan budaya sampai akhir hayat”.

Sebagai penutup kata oleh Encik Shamzulazzam bin Zakaria (Sastrawan dan Teaterawan) dari Malaysia, “Mari kita bersama-sama sebagai generasi penerus untuk tetap menghidupkan budaya-budaya yang ada di tanah Melayu ini, karena ibarat pepatah melayu Takkan Melayu Hilang di Bumi”. (SP)

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas