Sajak-Sajak Kurnia Sandi
0 Komentar 434 pembaca
Gambar ilustrasi by google

Sajak-Sajak Kurnia Sandi

Puisi

OBAT ITU BUKAN AKU

Gendang telingaku serasa ingin pecah
ketika mendengar kau bercerita tentang lukamu dimasa lalu.
Kepal tangan serasa ingin melayang kewajah penyebab lukamu itu.
Dadaku serasa sesak menahan amarah atas apa yang terjadi denganmu.

Namun sadar pula siapa aku, atas dasar apa aku bisa melampiaskan semua rasaku itu.
Dan sadar pula untuk bertindak lebih jauh pun aku tidak mampu.

Bahkan ingin menjadi obat untukmu pun aku ragu.
Namun, ragu bukan berarti tidak mampu
Melainkan takut kau tidak ingin aku yang menjadi obat itu.
15-02-20


DARI ASING HINGGA USANG

Dulu itu tangan kita saling menggenggam begitu erat, bahkan saling tidak ingin melepas
Seolah-olah besok satu di antara kita
Akan pergi dalam jangka waktu yang lama untuk kembali

Dulu itu obrolan kita tiada habisnya
Seolah-olah besok satu diantara kita
Akan bisu dalam kurun waktu yang lama

Dulu itu mata kita saling menatap begitu dalam
Seolah-olah besok satu diantara kita
Akan buta untuk selamanya

Namun sekarang ?
Kita itu seperti dua orang asing yang saling menyimpan
Rasa Yang Usang

Sulit banget yaa..
15-02-20


UCAPMU IBARAT BELATI

Aku yakin kok kau bisa tanpa aku, pelan-pelan..
Nanti juga kau akan terbiasa tanpa aku, aku sangat yakin itu..
Lambat laun luka akan sembuh dan kau akan menemukan orang baru yang lebih dari aku..
Dan cepat atau lambat kau akan menemukan nyaman yang baru..

Ini katamu ketika memintaku untuk pergi.
Perlu kau tau, seandainya kita bisa bertukar raga beserta jiwa
Mungkin kau akan menampar dirimu sendiri
Karena kau bisa merasakan betapa sakitnya aku atas ucapmu itu.

Semakin kau berucap semakin dalam pula hatiku tertancap.
Semakin kau berkata-kata semakin besar pula luka yang aku terima.
Semakin kau berdalih semakin terlihat kau ingin beralih.

Dan anehnya..
Kau yang memintaku untuk pergi
Kau pula yang berperan seolah-olah korban yang paling terlukai.
15-02-20


PERMANENNYA NAMA ITU

Sampai bingung sendiri terkadang.
Seolah-olah hanya ada satu nama yang aku tau di muka bumi ini.

Seandainya bisaku kupas habis kepala ini
Ingin sekali rasanyaku kupas lalu kubuang nama mu dari kepala ini.

Bagaimana tidak,
Ramai atau sepi pun suasana yang aku rasakan
Hanya ada satu nama yang tertulis jelas di kepala ini

Dari sekian banyak nama yang di serukan orang-orang
Hanya namamu saja yang teringat dan melekat

Sepermanen itu kah nama mu sayang ?
Entahlah, antara tidak mampu atau tidak mau menghapusmu
Aku pun masih bingung.
15-02-20


Kurnia  Sandi, lahir di Tanjung Lajau pada tanggal 12 Januari 1997. Kuliah di Universitas Lancang Kuning, Fakultas Teknik jurusan Arsitektur.
IG: @Sagon_12
Twitter: @sandinamanya.

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas