Kumpulan Puisi: Rani Rajani Simanjuntak
0 Komentar 132 pembaca
Ilutrasi foto diambil dari internet (Google).

Kumpulan Puisi: Rani Rajani Simanjuntak

Puisi

Sosok seperti malaikat ku

Masih jelas teringat olehku,,
Semua yang pernah kita
Lakukan bersama, kau dan aku
Tertawa bahagia bersama dan
Menangis melewati duka bersama,
Namun, seiring berjalannya waktu
Dan seiring bertumbuh nya
Kau dan aku, semua nya itu
Hampir tak ada lagi,
Seperti lentera yang padam
ketika sang mentari mulai datang,
Yah, benar semua hampir
tak ada lagi, kini kau dan aku
telah tumbuh menjadi
Sosok seorang gadis yang
kuat dan tegar, bukan
Seperti dulu, yang lemah
Dan tak mengerti apapun,
Kini, yang ku tau,
yang dengar, yang kulihat,
Dan yang kurasakan,

kau sudah menjadi sosok
luar biasa bagi ku,
bahkan juga bagi ayah
Dan ibu,

Kau mampu menjadi penenang ku
disaat badai kehidupan mulai
Menerpa hati ku,
Kau menjadi obat yang
luar biasa ketika banyak
Luka mendera, yah itu
adalah kau, saudari perempuan ku,
kau sama seperti sosok malaikat ku.

 


Ayah, kau lelaki terhebat ku

Tak pernah bisa ku pungkiri,
Kau memang tak selembut ibu,
Karena kau mendidik dengan logika,
Dan ibu dengan perasaan,
Namun, walaupun demikian, kau
Adalah yang terhebat bagiku
Kau memang tak sehebat
Saat ibu mampu memahami
Segala luka ku,
Dan tak sesabar ibu
saat mendengar semua keluh kesah ku,
Namun, bagiku kau tetap
Yang terhebat, kau mampu
Memahami di saat bibir tak mampu berucap
kau tak berkata banyak,
namun bersikap dengan sempurna,
dan lewat sikap mu lah
Aku paham, kau begituh
mengasihi aku sebagai putri mu,
Kau memang bukan seperti
Ibu yang paham pertumbuhan ku
dari saat aku hanya
seorang bayi kecil

Sampai saat ini aku
menjadi seorang gadis,
tapi aku tau, kau turut
menyaksikan pertumbuhan ku,
Kau rela menembus dingin nya
hujan yang menusuk tulang tulang mu,
Untuk mengantar ku dengan
selamat ketempat aku menuntut ilmu,
Ayah,
terimakasih atas segalanya,
Tak banyak ingin ku
pada tuhan untuk mu ayah,
Aku hanya ingin kau
Sehat dari sekarang dan
sampai nantih, karena yang kutau,
Sosok tegak dan sehat dahulu
Kini sudah berubah menjadi
Sosok yang mulai rentah
Dan rapuh,, rambut yang
dahulu hitam sehat kini beruah
Menjadi warna yang suci,

 

Ayah terimakasih karena kau
Telah mengasihi ku. Ayah,
Kau harus bertahan sampai
Nantih aku lah yang akan
menjadi alasan mu untuk tersenyum,
Karena tekad ku,
aku akan membuat mu
merasa kan kebahagian yang
belum pernah kau rasakan
Sampai saat ini,
Ayah, kau lelaki terhebat ku.

 


Dibalik Senja

Sore ini, aku kembali
duduk Termenung menatap senja
sembari Mendengar alunan musik
yang ringan
Kupejamkan Mata, berharap Senja datang menjemput dengan cepat
Supaya dapat kurasakan angin malam
yang dapat membuat ku tenang
aku senang berada dibalik
senja, aku suka berada di celah
bayang bayang sinar ini,
yah, aku bahagia
seolah beban kulepas
seperti hariku sempurna
senja ini mengingatkan ku saat hari
dimana banyak air mata menetes
kulihat semua orang yang datang
menangis tanpa kendali menatap
hayat yang telah terbujur kaku disana,
kala itu senja tak berarti apa-apa
yang kulihat hanya tangis sedari senja
belum terlihat hingga mentari
menyongsong, hal itu menjadi
hal terpahit yang pernah kurasakan
namun sekarang, aku hampir terbiasa
dengan hal pahit itu,
karena sekarang, bahagia ku
ada dibalik senja itu.


Rani Rajani Simanjuntak merupakan, mahasiswa aktif program Study Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Lancang Kuning.

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas