Kumpulan Puisi: Karya Latief NP
0 Komentar 212 pembaca
Ilutrasi gambar diambil dari internet (Google).

Kumpulan Puisi: Karya Latief NP

Puisi

Kita
Deras hujan menghujam waktu
Di ngarai nan indah kita berteduh
Saling memandang menyelami alam kalbu
Kau pada simpulan, tujuan kau adalah kepadaku
Hardikku tak kuasa menahan pilu,
aku terlahir untuk bayanganmu!

 

Lelucon
Kita akan berangkat pukul tiga, gunakankan gaun merahmu, dan katakan pada mereka,
Aku nyonya nama belakangku adalah ayah.
Jangan terlambat.!
30 menit waktu terlama untuk check-in
Bosan di ruang rest, aku berdiri mengitari bandara
Adakah sosok yang ku nanti?
30 menit berikut aku tertawa
Di monitar pemberitahuan kota kita berawan dengan jarak padang 9 km.
30 menit berlalu aku tersedu
Kota kita mulai sepi tanpa hadirmu
30 menit dari sekarang
Aku hanya melihat lelucon dari diriku
tertawa sembari menahan sesak di dada.
Selamat tinggal kita dan selamat datang kenangan

 


Sebungkus martel
Tunggu di sini!
Aku akan membeli bumbu.
Ini sebuah rahasia, aku menambahkan kerinduan disetiap butiran penyedap!
Kapan kau membelinya, sudah berapa banyak yang telah kau makan.?
Ahahaha...
Dia sudah masuk ke-mylinmu, menuju inte sel-mu.
Kau, selamat... seumur hidup kau tlah terbelenggu
Nikmatilah kerinduan dengan ketidakadaan
Nikmati pula kenangan dengan kekosongan
Jangan lupa tetap nikmati aku dengan kesemu-an bayanganku

 

Berbeda Tapi Sama
Aku tak sanggup memberikanmu kado,
Jadi sepuncuk surat yang aku bawa untuk mu
Dengan kotak sampul padi
teringat zaman kita dulu.
Aku adalah teman kau,
Terserah mau bilang apa, aku tetap teman kau jua.
Lagipula, siapa orang bodoh yang berkomentar pukul tiga dini hari.
Hujan deras tanpa mendung mengawali hari
Aku masih kalah, tanpa kau tahu isi hati.
Sepucuk surat tak jadi mampir
Mungkin dia sudah tak suka aku lagi
pura-pura saja aku jadi orang lain


aku tahu, kau tahu
aku tahu, sendiri bukanlah sepi untuk ditangisi
sebelum adzan subuh
ayam telah bergegas memanggilku
aku benci itu, karena selama malam alam ikut berkospirasi membantumu
angin yang menghadirkan harapan tanpa tepi
jangkrik yang bersenandung membawa mimpi tanpa pasti hadir di bumi
mereka berkudeta membisik alunan rasa tanpa cinta
dari kau kepada aku
kau tahu, aku mampu tertawa pada ruang kosong ini
semampu yang aku bisa
selama aku bernyawa
Telah terlatih hati untuk hari yang penuh duka
buang ragumu, dan aku akan bahagia! pergilah!!


Latief NP merupakan mahasiswa aktif, jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning.

« Sebelumnya
Tidak ditemukan Berita Sebelumnya!!!

Selanjutnya »
Tidak ditemukan Berita Selanjutnya!!!

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas