Kesucian Hati
0 Komentar 305 pembaca
Ilustrasi by google

Kesucian Hati

Buah Pikir

"Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, seluruh tubuh baik. Jika ia rusak, seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah (segumpal daging) itu ialah hati..” (HR. Muslim).

Bismillahirrahmanirrahim, kepada Allah kami memuji, kepada Allah kami berserah diri.

Di tengah gelombang teknologi komunikasi yang serba canggih ini, kebersihan hati menjadi benteng untuk mencerna segala macam informasi. Kebersihan hati dalam hal ini tentu saja berada pada aturan Illahi. Segalanya mengacu kepada perintah dan laranganNya. Segala perintah dan juga larangan yang dititahkan Allah kepada manusia adalah jalan untuk kebaikan manusia itu sendiri. Disebabkan keterbatasan manusia, sehingga manusia menganggap perintah dan larangan Allah menjadi beban.

Ketika manusia mampu menjaga dan melaksanakan perintah dan laranganNya, maka segumpal daging (hati) berada dalam kesucian. Dan ketika hati tetap berada dalam kesucian, maka segala informasi dapat diarifi dan dimanfaatkan sebagai sesuatu yang berguna.

Tidak ada yang salah dari perkembangan teknologi komunikasi pada hari ini, bahkan teknologi komunikasi ini dapat dijadikan kekuatan kita menyebarkan kebaikan. Bukankah Sang Maha Pencipta telah menitipkan akal untuk berfikir, yang hasil menciptakan seseuatu bagi keberlangsungan kehidupan manusia? Ditemukan teknologi komunikasi ini merupakan kehendak Allah dan mari kita manfaatkan sebaik-baiknya.

Hati menjadi kunci utama, tersebab apabila hati kotor, maka tidak mustahil segala informasi yang didapat akan menjadi prasangka buruk. Bagi yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan hati yang kotor, maka informasi yang ia sebar menjadi ladang keburukkan pula bagi dirinya. Hidup hanya kesementaraan, tiada yang lebih baik selain mengharapkan keberkahan dari Allah SWT.

Berada dalam kesucian hati, maka hidup akan diberkahi. Kepintaran yang paling berarti adalah menjulang hati nurani. Tinggal kita yang memilih.

"Hati itu kerajaan di dalam tubuh,
jikalau zalim segala anggota pun rubuh" (Gurindam 12, Pasal 4, karya Raja Ali Haji).

Penyakit hati, seperti hasad, iri, dengki, ujub (suka membanggakan diri), riya (suka pamer), dan sombong akan sangat subur tumbuh di laman teknologi serba canggih ini. Salah satu caranya mengatasi ini adalah kesucian hati. Sangat tepatlah Raja Ali Haji menukilkan Gurindam 12 itu untuk mengingatkan kepada kita semua bahwa "kerajaan hati" harus tetap dijaga dari kesuciannya sesuai dengan kehendak Allah SWT.

(Atah Roy)

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas