Ada Simbol Dan Kisah Disebalik Karya, ARTificial ART
0 Komentar 256 pembaca
Salah satu karya Junaidi Joepoet "Surga Bencana"

Ada Simbol Dan Kisah Disebalik Karya, ARTificial ART

Berita

Fotografi yang kita ketahui merupakan sebuah kegiatan atau proses mengambil gambar/ foto melalui media cahaya dengan alat yang disebut kamera dengan maksud dan tujuan tertentu. Apakah fotografi termasuk karya seni? Ya, Fotografi juga merupakan suatu karya seni. Tidak hanya menangkap gambar saja, tetapi sang fotografer bisa “melukis” kembali foto tersebut menjadi sesuatu yang berbeda, hingga menjadi suatu konsep yang menarik dan menjadikan sebuah visual 2 dimensi bahkan 3 dimensi.

Pada karya yang dikomunikasikan lewat karya seni fotografi ini, mengandung dan menyiratkan simbol-simbol di dalam sebuah peristiwa yang terjadi di sekitar kita tentunya. Dalam tema “ARTificial Art” ini, mencoba kembali memahami dan “menyadarkan” kita pentingnya arti sebuah seni sebagai buah tangan kreatifitas sehingga menjadi makna (fotografi adalah seni buatan), yang dapat mempengaruhi dunia secara luas, dari objek yang ditangkapnya. Begitulah tema yang diungkapkan seorang Kurator Riau Photo Festival (pre event) 2019, Fachrozi Amri, S.Sn.,M.Sn. Di dalam tulisannya “Dimensi Ruang, Waktu dan Dimensi Pikiran” yang dipaparkan dalam dinding pameran menerangkan, dimensi ruang merupakan wadah intelektual dalam mencurahkan hal-hal yang dirasa memiliki kepentingan dengan hubungan manusia dan sekitarnya. Waktu telah membuktikan sejumlah kejadian di dalamnya yang terukur dan dirasakan oleh generasi mendatang apabila masalah-masalah yang ditawarkan oleh para seniman tak berkesudahan, tak terselesaikan bahkan tak ada solusinya.

Dalam pameran Riau Photo Festival 2019 Artificial Art yang berlokasi di Harry Parhimpunan Galerry tepatnya di jalan Kundur No. 5 I Pekanbaru, kita akan disuguhkan dengan karya-karya yang begitu menyadarkan dan menalarkan imajinasi. Ada 7 karya yang dipublis pada pameran tersebut, dan dari ketujuh karya tersebut begitu saling berkaitan dan membentuk sebuah ‘benang merah’ dan menjadi kisah yang terjadi di negeri bumi Lancang Kuning kita ini sebelumnya. Sebuah kondisi yang tiap tahun atau bisa dikatakan oleh orang banyak ‘musimanlah’, yakni asap. Negeri yang memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah (hutan) menjadi ladang investasi ketika kaum kapitalis yang membabat demi keuntungannya, sehingga pada akhirnya mereka membunuh secara perlahan para masyarakat dengan hasil menggasak habis hutan-hutan Riau berupa asap.

Dari sebanyak 7 karya yang dipaparkan dan dipajang dalam pameran Artificial Art ini, terbentuklah sebuah kisah dan kronologis peristiwa yang begitu sangat berkaitan. Di dalam 7 karya tentunya dihasilkan oleh 7 orang seniman, diantaranya Reza Fahlefi Kampay, Julian Sitompul, Arza Aibonotika, Dedy Sutisna, FB Rian Anggoro, Syamyatmoko, dan Junaidi Joepoet. Dari karya-karya yang berbeda ini disatu-padukan (diklop) menjadi sebuah bingkai cerita yang penuh estetik lalu menggiring kita untuk bermain di dalam imajinasi bentuk dan gambar pada karya yang begitu penuh kreasi ini dan pada akhirnya terbangunlah sebuah image pada benak kita ‘benang merah’ kisah yang telah menuntun kita dari karya 1 ke karya akhir. (EF)

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas