"Asmara Mantra" Dan Beberapa Catatan
0 Komentar 145 pembaca
Tim Produksi film Asmara Mantra foto bersama

"Asmara Mantra" Dan Beberapa Catatan

Buah Pikir

Film Asmara Mantra yang dilakoni oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning begitu menarik minat penonton. Terlebih lagi trailer film yang telah disebar begitu menggugah hasrat untuk segera menyaksikan film tersebut. Disutradarai langsung oleh Muhammad Kafrawi selaku dosen FIB sekaligus seniman Riau memang telah memberikan sumbangsih yang sangat besar terhadap minat bakat terpendam mahasiswa FIB UNILAK. Melalui film AM ini mahasiswa FIB dapat menunjukkan eksistensi pada khalayak bahwa mahasiswa FIB punya talenta yang patut diacungi jempol.

Penonton film AM bukan hanya berasal dari kaum mahasiswa saja. Tetapi berasal dari seluruh tokoh masyarakat dan petinggi-petinggi pemerintahan ikut ambil andil dalam mengampresiasi karya mahasiwa FIB UNILAK. Kendati demikian, setiap insani selalu mempunyai pendapat yang berbeda-beda. Melalui tulisan ini saya selaku penonton tergugah untuk mencoba memberikan masukkan terhadap apa yang saya dapati sewaktu menikmati film AM.

Saya sedikit memberikan masukan terhadap jalan cerita atau naskah film AM. Saya melihat di sini mungkin ada sedikit kejanggalan. Kejanggalan tersebut terlihat diakhir film ketika tokoh-tokoh lain mendapati bahwa Irwandi merupakan seseorang yang telah meninggal 10 tahun yang lalu akibat kekejaman perusahaan yang semena-mena membakar rumah keluarga Irwandi sehingga Irwandi beserta ayahnya meninggal. Di sini ada sesuatu yang menjadi pertanyaan besar terlebih bagi saya sendiri. Memang, film bukan menjadi sesuatu yang dikaji dan dicari kebenarannya karena film tidak terlepas dari yang namanya imajinasi. Tetapi jika kita bermain secara logika dalam film itu disebutkan bahwa salah satu tokoh bernama Irwandi meninggal 10 tahun lalu, salah seorang tokoh dalam film menyebutkan mereka sudah 2,5 tahun di kampus tersebut lebih tepatnya semester 5. Dilihat dari sudut pandang usia barangkali saat itu para mahasiswa berkisar antara 20-23 tahun. Dapat dikatakan bahwa Irwandi meninggal pada umur kurang lebih berumur 12 tahun. Mungkin bagi sebagian orang awam termasuk saya akan mempertanyakan hal tersebut, apakah dahulu tokoh Nurkasih atau tokoh lainnya mempunyai ikatan sehingga mereka dipertemukan kembali? Terlepas dari itu, saya tidak meragukan imajinasi dari sang pengarang.

Namun, saya ingin memberikan sedikit masukan alangkah lebih baik jalan cerita AM ini dibuat saling berkaitan satu sama lainnya. Dimulai dari Nurkasih yang digambarkan sebagai wanita manis yang suka membuat puisi-puisi berbau mantra, bahkan sudah tak terkira berapa banyak puisi mantra yang ia tulis. Sampai akhirnya ia bertemu Irwandi yang digambarkan sebagai seorang yang berwajah pucat nan misterius juga menyukai dan munulis puisi-puisi mantra.

Kemudian Nurkasih mendekati Irwani (layaknya di Taman Bunga Okura) dan mengatakan isi hatinya namun Irwandi mengatakan mereka tidak dapat bersama karena beda alam. Disaat Irwandi menghilang semua para tokoh mencari namun hanya Nurkasih yang dapat menemui Irwandi, mereka berbincang empat mata dan dari situlah Irwandi mengatakan bahwa ia sebenarnya adalah sesosok tokoh imajinasi yang ditulis oleh Nurkasih dalam puisi-puisi mantranya selama ini. Tokoh imajinasi dalam mantra tersebut menjadi nyata tak kata mantra tersebut dibubuhkan oleh sebuah cinta dan asmara. Maka dari situlah tercermin judul Asmara Mantra. Singkatnya tokoh imajinasi yang menjelma menjadi nyata ketika asmara mulai digaungkan dalam mantra. Maka dari itu jalan cerita menjadi berkesinambungan dan berkaitan satu sama lainnya.

Kendati demikian, tanpa menggurui siapapun dan tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada penulis naskah. Saya menghaturkan banyak permintaan maaf apabila sekiranya saran saya ini menyakiti hati. Lebih dan kurang saya mohon maaf. Terlepas dari itu semua saya juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap pihak terkait pembuatan AM. Sekian dan terimakasih.

Asmara Mantra Mantap Jiwa

 

Penulis: Elysa Elvania

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas