Berbagai Sudut Kacamata Penonton Pada Film Asmara Mantra
0 Komentar 98 pembaca
Tim produksi Film Asmara Mantra foto bersama

Berbagai Sudut Kacamata Penonton Pada Film Asmara Mantra

Buah Pikir

Tabloidtanjak.com - PEKANBARU. Disudut gelapku duduk dibarisan kanan, dikelilingi petinggi-petinggi negeri, ku nikmati cahaya yang dipantulkan kain putih persegi, yang dibentangkan untuk menyuguhkan penikmat audio visual karya anak negeri. Mataku terbelalak menikmati alur cerita dengan sentuhan sajak-sajak di dalamnya. Durasi lebih kurang 45 menit menghantarkanku ke dalam dunia imajinasi, seakan mantra ikut menjelma dalam nafas dan denyut nadiku.

Karya film yang merupakan karya imajinasi, baik dari lisan maupun setiap peran yang di adegankan. Film merupakan media komunikasi. Dengan film Kita dapat menyampaikan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Lalu bagaimana dengan film Asmara Mantra (AM) yang disutradarai oleh Hang Kafrawi dan diproduksi oleh Fakultas Ilmu Budaya? Pesan apa yang sebenarnya ingin disampaikan? Benarkah mantra menjelma keyakinan dalam kebenaran?

"SERUHLAH KEBENARAN DENGAN SUARA HATI AKU AKAN DATANG DAN MENJELMA.."

Sepenggal kalimat pemeran utama Irwandi dalam film AM seakan mencermikan kondisi masyarakat yang sedang sakit. Apa sebenarnya pesan yang ingin disampikan? Adakah film yang disuguhkan sebagai gejala kompleksitas kehidupan manusia di Lingkungan Kampus atau bahkah negeri ini? Adakah kebenaran yang sesungguhnya ditunggangi?

Aktivis dalam film AM seperti pisau bermata dua, memilki arah tujuan yang berbeda, jika tajam ke bawah maka kebenaran khalayak umum (mahasiswa) yang menjadi tujuan utama kesuksesan dan kemakmuran bersama tentunya yang ingin dicapai, dan sebaliknya mata pisau tajam ke atas maka kebenaran ada pada kepentingan pribadi yang menghalalkan berbagai cara. Ini yang di maksud dari ditunggangi? Hal ini dibuktikan ketika adegan Farhan CS merencanakan dan menyebarkan isu kebencian kepada seluruh aktivis mahasiswa di kampus khusunya Dedi yang dibelakangnya ada sosok Irwandi, bahkan ada dugaan penyalahgunaan proyek demo 2 Bulan yang lalu kepada Farhan CS.

Film AM yang di produseri oleh Dr. Hj. Evizariza, M.Hum begitu menarik, baik dari sudut intrinsik, yang membungkus percintaan Irwandi dan Nurkasih di zaman kekinian banget. Di era melenial, mantra dapat menjelma. Hal ini dibuktikan dati frekuensi gelombang hati yang terlihat dari tatapan dan tutur kata Irwandi dan Nurkasih dengan emosi yang penuh cinta yang tak dapat diutarakan, maka frekuensi tatapan diantaranya menghantarkan gejolak asmara.

Sosok Dedi dalam film AM seakan menyampaikan pesan, mahasiswa mulai menjadi penghubung akan ketidak setujuan aktivis yang memiliki kepentingan pribadi, mengakibatkan krisis kepercayaan yang dirasakan oleh seluruh mahasiswa di lingkungan kampus. Krisis-krisis yang merajalela, dan menggerogoti mahasiswa. Demo, menjadi aksi mahasiswa untuk menuntut keadilan demi marwah kampus tentunya. Tetapi, aksi ini memicu reaksi pergeseran melemahnya kubu Farhan CS tentunya.

Sifat dari tokoh Farhan yang begitu angkuh dan sombong terlihat dari gestur dan tutur katanya di dalam film AM tentunya. Pada akhirnya kubu ini harus mempertanggung jawabkan kepada Rektor atas apa yang sudah dilakukan. Kesombongan awal dari kehancuran, jika Kita sombong maka kita akan hancur. Oleh karena itu manusia yang sekecil butiran debu tak seharusnya melakukan itu.

Waktu 45 Menit pemutaran film AM, terasa seperti 5 Menit yang saya rasakan. Ini disebarkan begitu empuk dan nikmatnya suguhan dari film AM yang tidak lain merupakan, kreatifitas Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unilak. Karya anak negeri kebanggaan Riau tentunya. Semoga nantinya akan lahir karya-karya mahasiswa FIB Unilak yang dapat mengguncangkan dunia perfileman.

Siti Nurhasanah  merupakan  mahasiswi  semester 5 jurusan  Sastra  Indonesia,  Fakultas  Ilmu  Budaya  Unilak.  Ia  juga menjabat  sebagai  Pimpinan  Redaksi  Tabloidtanjak.com.

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas