Anugrah Sagang Kembali Bersinar
0 Komentar 77 pembaca
Anugrah Sagang

Anugrah Sagang Kembali Bersinar

Berita

Tabloidtanjak.com-Unilak. Malam puncak Anugrah Sagang kembali digelar, setelah satu tahun sebelumnya redup. Anugrah Sagang yang dibentuk pertama kalinya oleh Rida K Liamsi, guna memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Sastrawan, Penyair dan Budayawan Riau. Di tahun 2019 ini, Anugrah Sagang digelar di Balai Pauh Janggi, Pekanbaru, Riau. Senin, (25/11/19)

Siapa yang tak tahu Anugrah Sagang di bumi Melayu ini? Bentuk apresiasi yang diberikan kepada orang-orang yang telah mengabdi untuk Riau khususnya. Sempat tak terdengar kabar, ditahun 2019 ini Anugrah Sagang kembali menghias penghargaan Riau. Di tahun ini, 2 penghargaan setinggi-tingginya diberikan kepada dua budayawan, sastrawan Riau. 2 penghargaan itu adalah, Seniman Budayawan pilihan Sagang dan Buku Pilihan Sagang.

Menurut Bapak Kazzani Ks, "Anugrah Sagang ini sudah berjalan 24 tahun, sejak tahun 1996. Tetapi sebagaimana kita tahu, pada tahun 2018 Anugrah Sagang tidak dilaksanakan. Artinya, selama 24 tahun Sagang membuat sejarah "tidak melakukan anugrah sagang" pada tahun yang lalu. Pada awalannya anugrah ini hanya ada dua kategori, yang pada saat itu yang mendapatkannya adalah Alm. Idrus Tintin, dan sebuah karya buku yang luar biasa, karya Alm. Hasan Junus." Tutur Ketua Yayasan Sagang, mewakili Datuk Seri Rida K Liamsi, yang merupakan ketua dewan Yayasan Sagang. Berhalangan hadir pada malam hari ini.

Pemenang buku pilihan sagang dimenangkan oleh Griven H Putra, dengan karyanya Celana Tak Berpisak. Kumpulan Esainya ini juga pernah dibedah mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unilak. "Sekitar 18 tahun yang lalu, saya berdiri di podium ini mewakili beberapa penyair hebat Riau. Saya diberikan kesempatan untuk berpidato sejenak seperti ini mewakili yang pertama, Datuk Taufik Ikram Jamil. Saya juga mewakili seorang budayawan Riau terbaik saat itu, dan mungkin sampai saat ini, yaitu Alm. Hasan Junus. Dan yang ketiga mewakili Saukani Al Karim." Cerita Pak Griven di podium setelah menerima penghargaannya.

"Sejak saat itulah saya merasa dititipkan untuk memeluk Melayu sepanjang masa, dan Sagang memberi itu. Tanggung jawab kepada saya, hingga saya menulis, menulis dan menulis tentang melayu, dan hal ihwal yang saya tahu tentang tanah Melayu ini." Tambah Griven.

Anugrah kedua, diberikan kepada Kunni Masrohanti Peraih Seniman Budayawan Pilihan Sagang. Setelah menerima penghargaannya, Kunni membacakan orasi Budaya dengan judul Bukan Kerja Seolah-olah. "Berbicara tentang kesenian, berkebudayaan di Riau saat ini, tidak lepas dari peran banyak pihak. Sungguh kerja seni budaya bukan hanya kerja pemerintah, tetapi juga bukan hanya kerja seniman, budayawan itu sendiri. Secara batin, prilaku seni budaya sudah melekat pada diri seniman budayawan. Tetapi secara lahir, barang kali masih banyak kekurangan pada diri mereka. Mereka masih jauh dari berbagai kekurangan, karena menjadikan seni budaya menjadi beruh, menjadi hidup, memang tidak cukup dengan kata atau prilaku semata." Pungkas Kunni di awal kalimat orasinya.

Acara Anugrah Sagang ini juga dihiasi dengan penampilan-penampilan spektakuler yang dibawakan oleh bintang tamu malam ini. Seperti pembacaan puisi Sutardji Calzoum Backhri "Tanah Air Mata", yang dibacakan oleh Muhammad Dafa. Selain pembacaan puisi, juga ada penampilan musikalisasi puisi dari SMA N 1 Pekanbaru.

Anunggrah sagang ini merupakan bentuk nyata dari budaya yang ada di Riau. Budaya itu akan eksis kembali di tanah Melayu, dengan banyaknya bermunculan sastrawan, budayawan, maupun seniman. Semoga dengan adanya Anugrah Sagang ini dapat menjadi dasar motivasi untuk berkarya bagi seluruh generasi-generasi melayu.

Laporan : Regina Abdilah dan Monica

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas