#SaveRiau Bagian dua
0 Komentar 68 pembaca
Foto halaman depan puskom Unilak

#SaveRiau Bagian dua

Puisi

Ummi Atika

*Teriakan asap ibu pertiwi*

Kabut...
Asap...
Sudah menjadi tatapan kami saat ini.
Pekat, jarak pandang terbatasi.
Mataharipun enggan menyapa kami.

Lagi dan lagi asap yang ku hirup.
Tak terlihat terbit sang fajar.
Rerumputan mulai mengering merindukan hujan dari langit.

Alam ku kini murung.
Bumi seakan tak bertuan.
Langit biru yang kami rindukan, namun kabut tak kunjung hilang.

Siapa yang berbuat?
Siapa yang harus disalahkan?
Tanah surga hanya menjadi angan.

#saveRiau

Ummi Atika

*Sajak sesak Riau*

Pak, paru-paru ku mulai lelah. Hidungku juga tak mampu lagi menarik nafas. Apa aku akan tiada?
Pak, sebenarnya aku salah apa?
Aku dikurung sampai tak bisa bersekolah, aku di rantai tak bisa pergi kemana.
Pak kami tak butuh dikasihani, tapi kami butuh diperhatikan. Riau sedang tidak baik, perlu diperhatikan, perlu kesehatan.

#saveRiau

Dirga Putri

Beribu juta pohon senantiasa memberi kehidupan.
Beribu juta manusia, mengambil kehidupannya.
Beribu juta lahan memberi tempat untuk kehidupan.
Beribu juta manusia, berebut tempat untuk hidup.
Satu sebab, maka hilang semua hidup.
Satu perkara, dapat matikan semua hidup.
Satu orang, dapat habisi seluruh hidup.

#saveRiau

« Sebelumnya:

Selanjutnya »
Tidak ditemukan Berita Selanjutnya!!!

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas