#SaveRiau
0 Komentar 222 pembaca
Foto halaman depan puskom Unilak

#SaveRiau

Puisi

Hang Kafrawi

*Konspirasi Asap*

Kita diperolok-olok kuasa dan harta
Mereka pasang perangkap di mana-mana
Menciptakan kemiskinan jadi permainan
Diantuk pada kenyataan
Air mata tak berharga
Duka juga yang kita tuai

Orang-orang membunuh hati nurani
Para cukong memetakan kehendak
Tancap serakah dengan berbagai wajah
Mendulang untung dari detak jantung rakyat yang berhenti

Mereka mengatur siasat,
berjual-beli strategi,
membajak hidup orang banyak,
tak peduli berapa orang yang mati

Kita juga yang menanggung azabnya
Mereka berpesta lalu mengadu domba
Bahkan mereka disanjung bak pahlawan
Padahal merekalah pembakar lahan!

#saveRiau

Monica

Mereka mengotori udara segar kami
Demi harta dan tahta
Membakar dengan seenaknya
Menimbulkan asap dimana mana
Kami yang menanggung derita
Akibat ulah mereka
Nyawa kami pun menjadi taruhannya
Apa harus meninggalkan negeri tercinta
Agar kami semua selamat

#saveRiau

Dirga Putri

Aku rindu langit biru, yang ditemani awan putih.
Aku rindu matahari saat fajar, yang setia menemani aktivitasku.
Aku rindu belaian embun, yang menyentuh kulit dengan lembut.
Aku rindu sapaan angin, yang ikut menari bersama pepohonan.
Aku rindu warna jingga saat senja, yang ramah menyambut bulan.


#saveRiau

Asrul

*Suara anak bumi*

Mereka kejam, membuat asap semakin tajam, pemerintah hanya bisa diam dan terpejam.
Udara segar terkotori oleh tangan tak bertuan.
Alamku menjerit
Bumiku menangis
Oh asap.
Kau begitu kejam, menyebar sampai ke akar-akar
Tak peduli akan semua hal
Kau tunjukkan hujut yang semakin tebal
Hingga tak mungkin nyawa kami pun jadi taruhan.


#saveRiau

Eric Junior

*Kelabu Awan*

"Usah dikau pandang, langit kelabu tak berupa apa-apa. Impian fatamorgana terlukis di dinding-dinding semu, telah menjadi bayangan dalam benak kita. Sekerat nafas telah menjadi dahaga bagi kita. Usah dikau pandang bulan, sebab ia dikatup hamparan awan kelabu yang menyesak nyawa. Berangan-angan pada secercah harapan cahaya bulan, hanya menjadi saksi bisu di penghujung pertikaian kita. Dibalik siluet kelabu, siasat haram terbentang.
BERGERAK atau MATI pilihan dalam sekap asap!

#saveRiau


Yulia N.P

Api demi sawit
Pemerintah demi duit
Anak bangsa hanya peluit
Bungkam kita terhimpit
Melawan kita terjepit
Kematian hanya hitungan detik
Yang tertib

#saveRiau

Dameria

*Jika*

Jika aku berlian ?,aku jadi empunya
Jika aku orang nomor satu?,aku didambakan
Jika aku tersembunyi?, tapi ada nilainya,aku dicari sampai hilangkan jejak
Jika aku mutiara didasar laut?,nyawa pun jadi taruhan
Lantas......
Seribu nyawa bisa hilang, ditelan yang berwujud ,tapi tak nampak
Anganku mulai bicara
Apakah satu berlian bisa dikorbankan untuk seribu nyawa?
Apakah nilai suatu gelar bisa jadi pelindung ribuan jiwa?
Alam bisa bicara melalui tragei,akan tetapi alam bungkam dibalik tragedi
Rintihan goresan tangan media semakin nyata
Namun......adakah sang empunya datang tanapa pamri?
Saya bukan penikmat kata
Saya juga bukan tuan rumah
Saya hanya penumpang yang dianggap sedarah
Dari kata sedarah saya cinta pijakan kaki
Saya bukan bicara untuk dipandang
Lantas....aku berada seatap dengan sedarah
Sampai kapan engkau bungkam?
Jangan biarkan lanturan mulut menjadi kata jika dan jika


#saveRiau

 

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas