Runding Sastra, Menjadikan Diri Berilmu.
0 Komentar 37 pembaca
Foto narasumber Dr. Junaidi ketika menyampaikan materi.

Runding Sastra, Menjadikan Diri Berilmu.

Berita

tabloidtanjak.com - UNILAK. Runding Sastra ditaja oleh Fakultas Ilmu Budaya(FIB) Universitas Lancang Kuning (UNILAK). berjalan begitu hikmat, acara dihadiri oleh tiga narasumber yakni Dr. Junaidi (Budayawan dan wakil rektor 1 Unilak), Musa Ismail (Sastrawan), Bambang Karyawan dan (Sastrawan) serta Mahasiswa FIB UNILAK, di Aula Rusunawa, Sabtu (07/09/2019).

Ruding Sastra dengan Tema "Sastra dan Ruang Kehidupan," dibuka langsung Oleh Ketua kaprodi Sastra Indonesia dan Sastra Daerah, Muhammad Kafrawi, S. S., M.Sn yang menjadi moderator dengan pembahasan religi, sejarah dan realitas Sosial. Mahasiswa duduk bersila dengan hikmat mendengarkan paparan dari setiap narasumber.

Musa Ismail menjelaskan, "Konsep sastrawan harus kita cintai Karna diri Kita adalah Sastra, untuk mengenal diri sesungguhnya diri kita ini adalah sastra, diri kita adalah puisi, cerpen, novel dan lain sebagainya. Sedangkan dalam religiositas bermakna pengabdian seseorang terhadap Tuhan, hakikat religius adalah dimensi keagaman, dalam buku Sastra dan Religiositas, Mungunwijaya menegaskan bahwa para awal mulanya semua sastra adalah religius." Tutur beliau.

Sedangkan Bambang Karyawan menjelakan, "Sastra dan Sejarah, banyak karya-karya Sastra yang berangkat dari sejarah contohnya Bumi Manusia karya Pramoedya Anatatoer bahkan sudah difilmkan, ketika fakta sejarah dikawinkan dengan Sastra diolah dengan imajinasi maka Akan melahirkan Karya sastra yang baik tentunya. Menurut Kuntowijoyo, sebuah karya sastra biasanya akan berakhir dengan sebuah pertanyaan, berbeda dengan sejarah yang harus memberikan infromasi Yang tegas, lengkap dan tuntas dalam kesimpulannya. Sejarah itu kenyataan, faktual sedangkan sastra merupakan hasil imajinasi pengarang." Tutup beliau.


Sedangkan Dr. Junaidi mengatakan, "Sastra dengan realitas sosial meruapakan sesuatu yang berbeda Karena sastra merupakan imajinasi, sastra adalah ekspresi, ekspresi merupakan kebebasan tentunya bertolak belakang dengan realitas. Dalam realitas sosial mental evidence dapat dibuktikan secara mental pula." Ucap wakil rektor 1 Unilak.

« Sebelumnya
Tidak ditemukan Berita Sebelumnya!!!

Selanjutnya »
Tidak ditemukan Berita Selanjutnya!!!

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas