Setengah Gelas Kopi untuk Nirmala  Oleh : Dirga Putri Senin, 26 Agustus 2019
0 Komentar 108 pembaca
Ilutrasi foto diambil dari Internet (Google).

Setengah Gelas Kopi untuk Nirmala Oleh : Dirga Putri Senin, 26 Agustus 2019

Berita

Awan mendung menjadi penghias langit sore ini. Langkah kakiku terasa amat ringan, saat berjalan menuju kantin kampus. Aku duduk tepat di depan seorang pria pembaca koran, tampaknya dia sudah cukup lama menunggu. Mungkin aku yang dia tunggu.

“Kau sudah terlambat lebih dari 15 menit, dan aku sudah membaca koran ini sebanyak 7 kali berturut – turut, tanpa jeda.”
Mata pria ini masih asik berkeliaran di koran yang masih dia baca, tanpa sedetikpun menatapku.
“Kau tahu, ini tidaklah mudah. Aku berjuang melawan ocehan Bu Rani selama lebih 2 jam, dan itu tak berjeda.”

Tidak akan ada habisnya jika menceritakan tentang Bu Rani pada sosok pria yang aku cintai ini, karena kami hanya akan membahas tentang Dosen yang mengajar Aliran Sastra di kelasku, jika aku memulai pembicaraan tentangnya.

Rio menatapku selama beberapa detik, kemudian dia sedikit melemparkan koran yang baru saja dia baca, ke depan pandanganku. Apa artinya ini? Apakah dia baru saja marah karena aku terlambat selama 15 menit? Atau karena aku baru saja membahas tentang Dosen yang amat sangat tak disukai semua mahasiswa? Atau hanya karena dia sudah bosan membaca 7 kali berturut – turut tanpa jeda?

“Aku rasa koran kampus ini sudah tak berarti apa – apa, hanya rasa bosan yang memenuhi ruang otakku saat membacanya.”
“Sekarang apa? Kau tak menemukan yang kau cari di sini?”
Aku memandang koran kampus, dimana aku yang menjadi salah satu wartawannya.

“Tidak ada halaman cerpen lagi, apa mereka hanya punya kau sebagai penulis cerpennya? Jika kau tak menulis, makan halaman itu kosong. Seperti langit di siang hari. Tak berbintang, dan itu sungguh membosankan.”

Rio memang tak pernah menahan apa yang dia rasakan, kata – kata yang dia ucapkan seperti memberi garam pada rebusan sayur. Terlalu banyak, maka akan asin. Terlalu sedikit, maka akan hambar, dan itu tidak ada gunanya sama sekali. Seperti itulah ucapan Rio. Tak berguna sama sekali.

“Menulis itu tak semudah kata – katamu, aku butuh ruang imajinasi”
Aku masih mencoba membela diri, dengan memberinya alasan yang menurutku akurat.
Rio menggeserkan segelas penuh kopi ke arahku, lalu menatapku dengan tajam.
“Tidakkah kau terlalu kejam, menyajikan segelas kopi untuk yang tak suka kopi? Bahkan menatapnya saja sudah membuat aku muak.”

Benar – benar tak aku mengerti tentang sifat Rio hari ini, dia tahu bahwa aku tak pernah suka kopi. Inilah perbedaan aku dan Rio. Rio pencinta kopi, dan aku bagian dari mereka yang tak suka kopi.

“Apakah kau baru saja ‘menghina’ para pencinta kopi?”
Rio masih menatapku, dengan tatapan yang sama sejak tadi.
“Hm? Apa sekarang aku yang jahat? Kau yang menuangkan kopi itu, kau juga memaksaku untuk meminumnya.”
“Aku hanya ingin kau terjaga, menikmati indahnya dunia imajinasi.”
“Sekarang, kau bahkan melarangku untuk bermimpi."

Aku mengesap kopi hitam itu hingga menyisahkannya setengah gelas. Kali ini aku yang menatap Rio dengan tatapan tajam, dia tersenyum.

“Bukankah tidak adil rasanya, jika hanya aku yang terjaga malam ini. Ayolah, kau harus menjadi peneman sepi bagi Nirmala.”
Aku menyodorkan kopi setengah gelas itu pada Rio.
Dia tersenyum manis, berisyarat bahwa dia bersedia menjadi cahaya di malamku nanti, sambil meminum sisa kopiku.
“Selamat datang di dunia malamku Rio.”
“Selamat datang kembali di dunia imajinasi, Nirmala.”
Mata kami bertemu, dan saling melempar senyum.

Akankah kau berterima kasih pada setengah gelas kopi yang telah berhasil membawamu kembali ke dunia imajinasi, Nirmala? Yah, siapa yang tahu bahwa hal yang paling kau benci, menjadi pahlawan yang mengeluarkanmu dari kastil tempat imajinasimu terkurung. Nirmala.

Dirga Putri merupakan Mahasiswa aktif
Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya,
Universitas Lancang Kuning.

« Sebelumnya
Tidak ditemukan Berita Sebelumnya!!!

Selanjutnya »
Tidak ditemukan Berita Selanjutnya!!!

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas