"Utamakan Bahasa Indonesia, Lestaraikan Bahasa Daerah, tertibkan Bahasa Asing".
0 Komentar 45 pembaca
Suasana Foto Ketika ketua Balai Bahasa menyampaikan Kata sambutan.

"Utamakan Bahasa Indonesia, Lestaraikan Bahasa Daerah, tertibkan Bahasa Asing".

Berita

tabloidtanjak.com - Pekanbaru. Bertepatan dengan peringatan Hari Bahasa Indonesia 18 Augustus 2019 Balai Bahasa Riau melaksanakan Diseminasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) di Kota Pekanbaru, dengan tema "Tingkatkan Kemampuan Baca-Tulis Melalui GLN." Acara dihadiri oleh pegawai, Mahasiswa, serta Duta Bahasa Riau dan Bujang Dara, di Ayola Firstpoint Hotel. Rabu (21/08/2019).

Meja panjang tersusun rapi, bangku berwarna merah berjejeran dipadati peserta yang tampak begitu antusias. Acara yang dilaksanakan pukul 7:30 WIB berjalan dengan hikmat hingga sore hari, dengan tiga narasumber berkompeten yakni, Drs. Songgo A. Siruah M.Pd., Olyrinson, dan Viola Marsha. Acara GLN dibuka oleh Dr. Junaidi S.S., M.Hum yang merupakan wakil Rektor 1 Universitas Lancang Kuning.

Ketua Balai Bahasa Drs. Songgo A. Siruah M.Pd dalam Kata sambutan mengatakan, "Kemungkinan ada benarnya daya baca kita rendah 0,001% atau 1 dari 1000 yang dianggap mempunyai daya baca, akan tetapi kita lihat dari minat baca kita kemungkinan kita berada diurutan tertinggi 2 atau 3, tapi persoalnnya yang kita baca itu apa? Semenjak Balai Bahasa berdiri, kami sudah melakukan apa yang namanya literasi dan melakukan penyuluhan yang didahului dengan penelitihan." Tutur beliau.

Drs. Songgo A. Siruah M.Pd menambahkan, "Literasi tidak hanya membaca, menulis dan berhitung, yang merangkai Kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, paragraf menjadi teks, namun persoalan hubungan sosial kita yang baik di kampus ataupun masyarakat."

Dr. Junaidi S.S., M.Hum membuka acara GLN dan memberikan materi yang berjudul "Literasi Atasi Tsunami Infromasi" dalam materi yang beliau sampaikan begitu menarik seperti, "Tak esis di dunia nyata karena asik di dunia maya. Media sosial berdampak buruk terhadap anak-anak sebab banyak infromasi yang disampaikan di media sosial mengandung unsur kekerasan, seks, kebencian dan kebohongan sehingga merusak prilaku anak-anak dan generasi muda. Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat menyebabkan anak-anak tidak peduli dengan dunia sosial yang nyata dalam kehidupan mereka. Mereka bisa menjadi yang terasingkan dalam dunia nyata Karena telah terbelenggu oleh dunia Maya." Ujar beliau menjelaskan.

Acara GLN yang luar biasa tidak hanya disuguhkan materi saja, namun peserta diajak langsung dalam praktek penulisan cerpen dan puisi. Persiapan panitia yang begitu matan, dengan jamuan makan dan minum memberikan asupan tenaga hingga sore hari bagi seluruh peserta.

 

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas