Setjangkir Berlian dan Sepuisian Paling Puisi
0 Komentar 265 pembaca
Setjangkir Berlian

Setjangkir Berlian dan Sepuisian Paling Puisi

Puisi

Setjangkir Berlian lahir di Duri 7 November 1996. Ia merupakan alumnus jurusan Sastra Indonesia FIB UNILAK. Hingga saat ini ia masih menyibukkan diri dalam dunia tulis menulis. Puisi-puisinya telah beberapa kali terbit di Koran Ahad Riau Pos serta di media-media online. Puisi-puisinya juga telah bergabung di antologi bersama lokal dan nasional. Beberapa even cipta puisi Nasional ia menjadi penulis puisi terpilih. Ia merupakan Finalis Duta Bahasa Provinsi Riau 2018. Ia merupakan penyiar/presenter di TVRI Stasiun Riau dan menjadi guru di Sekolah Darma Tunas Bangsa Pekanbaru.

 

Puisi-Puisi Karya Setjangkir Berlian

SERENADA NESTAPA

seperti biasanya sunyi
pecah di nadi waktu
mengombang-ambingkan pelataran hari yang lunglai
ditambah deru angin acap kali menyadaikan asa
perjalanan mencari tuju
menjadi masai
buatku tenggelam di lautan sansai
semenjana waktu
mulai mengutuk mimpi-mimpi
aku semakin terhempas

seperti biasanya sunyi
kemarukku
berserenada nestapa

rumbai, 2019

LUKA DAN SEPEDANG PUISI

siapa yang tau
dari hari ke hari sunyi bertancak di punggung waktu
menganak jerit membilang nestapa
dengan suara-suara laksa berumah di ingatan

siapa yang tau
dari hari ke hari sansai di perhelatan luka
yang meraja dalam darah
dramati jiwa

siapa yang tau
dari hari ke hari dengan sepedang puisi
aku
membunuh diri

Rumbai, 2019

 
HUJAN DAN INI SUNYI PALING PUISI

di
lembar hari
selalu saja
hujan
pada bulan
penghujan
riwayatkan sunyi
menubuhkan puisi
ke
diri

Rumbai, 2019

 

SEKOPI PUISI

kopi
selalu tahu cara
merebahkan sunyi
walau elegi
berjejal lebat
di kening hari
mengalir maki

haha
ujung-ujungnya
puisi

Rumbai, 2019

 

ELEGI PEMBELENGGU LUKA

hujan
pucat waktu
gigil haku
memeluk diri
luka-luka berlaksa
sengsara
dramati jiwa

hujan
pucat waktu
di liang hari
terdalam
pada dalam
serapah di darah
doa-doa patah

hujan
pucat waktu
di perhelatan sunyi
haku
menggugat tuhan

Rumbai, 2019

 

KOPINGECUT

ini jiwa
mampus
di tikam-tikam
dingin hari
kopi yang baru saja
kubikin
pucat!

Rumbai, 2019

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas