Sandiaga Uno Gemparkan Riau
0 Komentar 179 pembaca
Foto sebela kiri Moderator, dua Narasumber, dan sebela kanan TIJ

Sandiaga Uno Gemparkan Riau

Berita

tabloidtanjak.com - Pekanbaru. Sudah lebih kurang 1.400 titik kunjungan yang dilakukan Sandiaga Uno dalam mendengarkan aspirasi rakyat Indonesia menjelang pemilu kemarin, kini beliau kembali mampir kesalah satu titik kunjungannya tersebut. Sandiaga Uno berhasil gemparkan Riau lewat aksinya, bukan sembarang aksi melainkan aksi luarbiasa. Bukan untuk kampanye, melainkan untuk membedah buku karya Taufik Ikram Jamil denga judul "Hikayat Suara-suara". Acara yang dilaksanakan di Anjungan Kampar dalam komplek Bandar Seni Raja Ali Haji. Sabtu. (18/05/2019).

Dari seluruh lapisan masyarakat tidak hanya dari Pekanbaru, daerah Duri ikut serta hadir sebagai apresiasi perhelatan bedah buku TIJ ini.
Selain Sandiaga Umo, pembicara kedua sebagai pembanding adalah budayawan yang juga kritikus sastra Riau Dr Junaidi. Acara bedah buku dimoderatori oleh, Jefri al-Malay, M.Sn. Antusias Sastrawan dan penggiat literasi terlihat dengan mendengarkan paparan narasumber dengan hikmat.

Ketua Pancang Literasi Bambang Kijok mengatakan, " Ketika saya mendengar akan kedatangan Sandiaga Uno dari Mifta yang merupakan sahabat saya, saya terkejut. Politik dan pengusahaan yang menjadi background, tenyata beliau memilki kepedulian akan Budaya khusus karya Sastra. Semoga Apresiasi yang diberikan dapat bernfaat untuk Riau tentunya." tutur beliau

Kutipan yang menarik, "seni itu adalah kehidupan, kehidupan itu adalah seni." Kalimat yang masih tergores dalam jiwa saya tutur Moderator yang merupakan murid TIJ.

Menjadi Pembicara Utama yang mengupas dari sudut prakmatik, Sandiaga Uno memaparkan, "Kehidupan tidak lepas akan Suara, 17 April 2019 menjadi bukti akan Hikayat Suara-suara, suara rakyat adalah suara Tuhan, betapa pentingnya suara bagi kehidupan. Tidak semata-mata yang keluar dengan sendirinya, melainkan dengan orang tubuh lain yang ikutan serta menghasilkan suara itu tentunya," Ungkap Sandi.

Kumpulan cerpen TIJ yang baru diterbitkan dua bulan lalu oleh Kompas, menjadi perbincangan sore ini. TIJ yang ikut hadir kali ini tidak mengupas karyanya, dikarenakan Menurut Roland Barthes, pengarang sudah mati. Moderator meletakan TIJ sebagai Pengantin, gurauan yang membuat suasana kehangatan terjalin.

Dr. Junaidi yang mengupas secara Objektif memaparkan akan banyaknya suara-suara dalam hikayat yang mewakili kehidupan nyata, beliau mengupas dan memberikan paparan beberapa cerpen yang telah dibacanya.

Diujung waktu sebelum Sandiaga Uno kembali ke Jakarta, panitia mengarahkan rombongan untuk melihat hasil karya-karya lukis di lantai 2, acara yang begitu hangat berakhir dengan berbuka bersama dengan suguhan yang panitia sediakan.

 

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas