"Mengunjung Hasan Junus  Menikmati Haroma Harum Karyanya" Oleh: M. Nazri
0 Komentar 124 pembaca
Foto "Hasan Junus," diambil dari Internet ( google)

"Mengunjung Hasan Junus Menikmati Haroma Harum Karyanya" Oleh: M. Nazri

Buah Pikir

30 Maret 2019, genap 7 tahun keperian Hasan Junus. Pada tanggal tersebut jam 13:30 Wib acara Haul Hasan Junus dilaksanakan oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unilak di Rusunawa. Acara yang dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Drs Yoserizal Zen, Hary B koriun sorang wartwan dan Novelis, dan Ketua Jurusan Sastra Indonesia Unilak, Hang Kafrawi. Hang Kafrawi sekaligus sebagai pemantik dalam diskusi bersama Dheni Kurnia yang dimoderatori oleh Awi Anjung, diskusi yang diikuti lebih kurang lebih 25 orang dari kalangan mahasisa FIB dan Umum.

“Bukan Perpisahan Yang Ditakutkan Tapi Pertemuan Yang Disesalkan mungkin inilah kalimat yang pantas untuk dituturkan bagi seseorang yang pernah berjumpa dan berteman dekat dengan Hasan Junus bagi kalangan dunia tulis-menulis lebih tepatnya dunia sastra. Bagaimana tidak, tanggal 30 Maret 2012 Hasan Junus mengebuskan nafas terakhir meningalkan cerita yang berkesan, semua orang bersedih, dan berduka cita, tak adalagi suara-suara Paus Sastra yang memberikan energi lebih dalam dunia kesastran terkhusus Riau yang bisa mengaungkan suara-suara lewat karya ke-seluruh penjuru dunia. Begitu juga yang dirasakan saya dan kerabat lain yang tidak pernah bersentuhan langsung dengan beliau, tapi merasa kenal dekat dan akrab lewat membaca karya-karya beliau yang sangat berkesan. Tetapi peristiwa duka ini tidak perlu kita larut dalam kesedihan berkepanjangan yang mendalam atas kepergian belia, karena kematian adalah jodoh dari kehidupan, tampa mengenal kematian maka kita tidak akan mengenal yang namanya kehidupan. Mari kita kutip dan ambil sepirit dari pola kehidupan sisi positif dan hasil karya beliau membuat kita kearah lebih baik.
karya-karya Hasan Junus adalah harta yang berharga dan mahapenting yang harus kita manfatkan sebagus-bagusnya, jangan sampai harta ini lesap karena kita sia-siakan dengan tidak memperdulikannya, terus dibaca dan didalami oleh generasi-generasi sekarang maupun yang akan datang. Bagi Yoserizal, Hang Kafrawi, Deni kurnia dan siapapun yang pernah bertatap muka dengan Hasan Junus dan bersentunhan langsung dengan beliau sudah sangat paham dengan kecemerlangan dan berliannya karya-karya Hasan Junus. Hasan Junus yang telah menghasikan cerita-cerita pendek, novel, naskah drama dan bahkan esai yang berangkat dari peristiwa diluar Indonesia yang dia tulis dalam sentuhan Melayu yang sangat melekat, sehingga kita membaca tulisanya itu merasa cerita berada ditanah Melayu. Peran Hasan Junus dalam gagasan ide dunia kreatif tulis menulis sangat menyentuh perihal sosial dan budaya tidak dapat diabaikan. Kita akan terkensan dan terkesima membaca dan mengamati bagaiamana Hasan Junus mengemukakan imajinasi lewat pikiran-pikiran cemerlang yang tertuang dalam tulisan, hasil tulisanya yang bisa kita nikmati sekarang.

Kepiawan dan kecerdasan Hasan Junus tidak terlepasa dari pengetahuan beliau melintasi berbagai kultur, dengan menguasai kurang-lebih dari 7 Bahasa Negara. Maka kita jangan heran saat membaca karya Hasan Junus berbicara pada persoalan yang sangat kental dengan ungkapan-unkapan Melayu dan terasa sebagai seorang tradisonal yang memberi petuah bagi pembaca sebagai petatah-petitih. Namun, dalam karya yang lain Hasan Junus menulis sesuatu dengan kecemerlangan imajinasi yang tidak terpikirkan sebelumnya, menembus batas imajinasi kita saat membaca yang bersifat kontemporel. Kcerdasan Hasan Junus dalam berpikir yang dituangkan kedalam karya-karyanya tidak saja terbatas dengan pemhamanya dari segala lini kultur, tetapi juga bagaimana Hasan Junus menuturkan kalimat per-kalimat dalam tulisan dengan bahasa yang cantik molik dan wangi memikat hati.


Dalam keberlangsungan diskusi, para yang hadir dibawa oleh pemantik mengunjung laman Hasan Junus Kebun HJ yang penuh dengan karya-karya tumbuh segar, harum dan tidak layu sepanjang zaman hingga memberi cahaya imajinasi bagi Si- pembaca walapun pemilik cahaya sudah padam, namun hasil karyanya menembus waktu yang tiada batas. Mari kita kirimkan doa buat Hasan Junus seorang sastrawan juga seorang sejarawan yang tunak dan tangguh dengan julukan Paus Sastra. AL-FATIHAH.

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas