"Hari Raya" Insyan Teater
0 Komentar 151 pembaca

"Hari Raya" Insyan Teater

Buah Pikir

Oleh Eric F. Junior

TabloidTanjak.com, PEKANBARU - World Theatre Day merupakan hari teater sedunia yang jatuh pada tanggal 27 Maret 2019. Hari Teater Dunia diresmikan pertama kali di Helsinki, kemudian Wina pada Kongres Dunia ITI (International Theatre Institute) ke-9 pada bulan Juni 1961 yang diusulkan Presiden Arvi Kivimaa atas nama Pusat ITI Finlandia untuk meresmikan Hari Teater Dunia. Usul ini didukung oleh Pusat Skandinavia yang dilakukan secara aklamasi. Lalu juga di akui (dirangkul) oleh UNESCO. Salah satu tujuannya adalah menyadarkan orang tentang nilai pentingnya teater. Pesan peringatan Hari Teater Se-dunia pertama (1962) ditulis oleh Jean Cocteau yang merupakan seorang penyair, novelis, penulis drama.

Para insan teater di seluruh dunia kini merayakan “Hari Raya” mereka dengan segala rasa suka maupun duka. Hari ini juga dimana menjadi pemersatu perbedaan di seluruh dunia. Menjadi suatu perenungan juga bagi kita insan teater, bahwa untuk menciptakan suatu karya yang matang hingga mengeksekusinya di atas panggung itu ibarat mengangkat sebuah batu besar ke puncak gunung (seperti Sisifus). Sang pengkarya mempertunjukkan hasil karyanya kepada masyarakat maupun apresiator seni, disitulah saat-saat dia melihat batu besar itu meluncur ke bawah, karena ada suatu kepuasan, terlebih lagi apabila karya tersebut dihargai oleh orang lain baik secara materi maupun non-materi. Ketika selesai itu semua, dia harus memulai mengangkat batu besar itu lagi ke puncak gunung dengan bersungguh-sungguh lagi.

Sesungguhnya teater itu sangat dekat dengan kita. Dimakah? Ya, dikehidupan kita sehari-hari. Karena teater tidak lepas dari kehidupan sehari-hari kita. Maka banyak para seniman-seniman besar membuat suatu karya tidak lepas dari kehidupan sehari-harinya. Contohnya, naskah lakon “Jam Dinding Yang Berdetak” karya Nano Riantiarno yang diangkat dari kehidupan disekitar lingkungan Nano Riantiarno pada tahun 1970. Tidak hanya beliau, masih banyak karya-karya yang mengangkat dari sekitar ruang lingkup kehidupan masing-masing si pengkarya.

Oleh karena itu, teater begitu sangat penting karena dengan teater dapat menyadarkan masyarakat (penonton) tentang realitas saat ini, yang begitu banyaknya diselimuti oleh kebohongan, penindasan, ideologi busuk dan banyak modus lainnya. Tetapi, kembali kepada anda pembaca bagaimana menyikapi “Teater” itu sendiri.

Selamat “Hari Raya” para insan teater bagi yang merayakannya. Semoga dengan memperingati “Hari Teater Dunia” ini menjadi cambuk untuk kita tetap terus berkarya hingga akhir hayat. “Kalau bukan kita, siapa lagi?”. Salam Viva La Teater, Bravo!

Eric F. Junior adalah anggota Teater Matan dan juga mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, FIB Universitas Lancang Kuning

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas