Satire "Rumah Kita" dari Teater Kedjik, SMA N. 7 PEKANBARU
0 Komentar 354 pembaca

Satire "Rumah Kita" dari Teater Kedjik, SMA N. 7 PEKANBARU

Berita

TabloidTanjak.com, PEKANBARU - Teater Kedjik dengan slogannya “Tak Sekedar Berperan” merupakan sanggar teater yang aktif di kalangan sekolah. Teater SMA Negeri 7 ini telah banyak menampilkan karya-karya yang begitu hangat dan sangat relavan dengan kehidupan masa kini. Tidak hanya itu, Teater Kedjik ini telah banyak memperoleh prestasi yang begitu hebat dan kreatif. Karya yang masih saya ingat saat itu yakni “Tebas” dan “Pagar Pagi” begitu menyentuh dan mendalam pada segi cerita ditukangi oleh tenaga pengajar dari Teater Kedjik, M. Rhiky Pranata. Rhiky merupakan anggota teater Matan dan menjadi pengajar di Teater Kedjik (SMA N. 7).

“Rumah adalah istana, seribu bahagia akan menjelma, seribu dukapun menerpa. Sukar nak diterka, karena semua itu sudah digariskan Tuhan. Sanggupkah kita menerimanya? Sebenarnya Kebahagiaan terselubung kesedihan”. Kutipan ini merupakan sinopsis dengan judul “Rumah Kita” pementasan dari sanggar teater SMA Negeri 7 Pekanbaru atau yang lebih kita kenal Teater Kedjik. Kini Teater Kedjik kembali menghadirkan sebuah pertunjukan dengan cerita yang tidak jauh dari kehidupan realita. Pembaharuan dan tawaran yang begitu menarik bagi saya dari segitu konsep dan cerita yang dipaparkan oleh sutradara sekaligus pengajar dari teater Kedjik, Rhiky Pranata.

Pertunjukan dibuka dengan ilustrasi musik akordion yang membawa penonton masuk pada ceritanya. Para pemain yang membentuk sebuah bentuk-bentuk tubuh yang multitafsir sebagai pengganti setting, seperti bangku untuk di duduki oleh aktor-aktor yang berlakon. Sutradara menghadirkan pertunjukkan yang satire.

Teater Kedjik tidak lepas dengan cerita-cerita yang ada di sekitar lingkungan kita yang terjadi saat ini. Saya sebagai penonton, begitu tertarik dengan apa yang ditawarkan Rhiki pada pertunjukan yang ia garap di Teater Kedjik. Mungkin saja, apa yang saya lihat pada malam ini, entah itu kehendak sutradara atau improvisasi para aktor yang memiliki vokal keras dan menjadikan artikulasi yang tidak jelas didengar oleh penonton. Ada beberapa bloking yang tidak kebagian untuk dinikmati oleh penonton. Tetapi secara garis besar, konsep, akting aktor yang kuat, dan gestur bagi saya begitu menarik.

Sabtu, 23 Maret 2019 tepatnya di acara Panggung Seni Kreatif (PSK) di mana Teater Kedjik telah berpartisipasi di panggung ini sebanyak tiga kali. Proses kreatif yang begitu menarik bagi saya, saat di akhir sesi yang ditanya oleh MC Panggung Seni Kreatif, Monda Gianez yang mana Rhiky memaparkan konsep dan cerita dari kehidupan pribadi yang ia alami.

Rhiki menceritakan itu semua kepada anak muridnya (anggota Teater Kedjik) apa yang telah ia alami dari cerita yang diangkatnya. Terjadi kontak batin dan jiwa juga membentuk ingatan emosi serta rasa dibangun dari cerita yang dipapar Rhiky ke anak muridnya.

Teater Kedjik “Tak Sekedar Berperan” akan ikut andil pada helat “Hari Teater Dunia” yang diselenggarakan pada tanggal 29 Maret 2019, di halaman Bujang Mat Syam Purna MTQ. Bagi Ncik-ncik, Tuan dan Puan yang ingin melihat pementasan seni, moh datang dan jadilah seorang apresiator kesenian. “Kalau tidak kita, siapa lagi?” (Eric. F. Junior)

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas