"Syair Pengikat" Pukau Obsesi untuk Menghasilkan Film di Riau "Oleh Firmiadi"
0 Komentar 358 pembaca

"Syair Pengikat" Pukau Obsesi untuk Menghasilkan Film di Riau "Oleh Firmiadi"

Buah Pikir

Dunia film kini bukanlah hiburan semata, pelepas penat setelah kerja, maupun hobi di akhir pekan. Jagat perfilman di Indonesia sudah menjadi gaya hidup bagi orang kota, terkhusus lagi anak millenial sekarang ini.

Seperti yang telah usai menyaksikan, film "Syair Pengikat" karya putra bangsa, bernama Andi Lesmana, Sabtu (16/3/2019) di Anjung Seni Idrus Tintin.

Andi Lesmana sekaligus sutradara dan penulis skenario film tersebut, beserta seluruh kerabat kerja atau Tim Produksi film Syair Pengikat dari Kabupaten Siak Sri Indrapura, memberikan warna baru bagi film indie di Pekanbaru. Saya perkirakan ada 200 lebih penonton yang menikmati film tersebut, dari berbagai kalangan, baik dari kalangan budayawan, seniman dan muda mudi begitu pun emak -emak juga sempat mengapresiasi film Syair Pengikat ini.

Hampir setengah jam menunggu di dalam gedung, barulah film tersebut di putar. Saya melihat dari kaca penonton yang pernah mempelajari Sinematografi, bahwasanya film ini sedikit banyak pasti mempunyai kekurangan, baik dari segi komposisi gambar, musik dan detail-detail setiap scene per scene masih begitu verbal untuk ditayangkan. Wajar saja, bila ini terjadi, karena proses pembuatan film tidak semudah kita membeli tiket, apalagi dengan harga 10 ribu.

Justru saya ikut bangga terhadap apa yang sudah abang Andi Lesmana dan Tim Produksi perbuat, mereka berkarya dan berkreativitas tak lain dan tak bukan adalah untuk menunjukkan eksistensi mereka dan ingin mengharumkan nama Daerah Kabupaten Siak Sri Indrapura yang terkenal akan Istana Kerajaan Siak, serta destinasi wisata sejarah kerajaan besar Melayu pada masa dahulu.

Bagi saya, pemutaran film "Syair Pengikat" pada malam Ahad tanggal 16 Maret 2019, cukup memberikan hiburan yang berkesan dan mengejutkan, sebab film ini bergenre komedi horor. Penonton di uji dengan keseraman, ketegangan dan kelucuan agar bertahan dari kursi merah tersebut. Alhasil boleh saya katakan sukseslah pemutaran film "Syair Pengikat" tersebut.

Adapun kesan yang saya peroleh setelah menonton film ini kemarin, Andi Lesmana telah memberikan lecutan spirit baru untuk mengembangkan ide-ide kreatif, sebagai laluan dalam proses seni perfilman. Tidak luput pula kerja sama dan kekompakan tim atau pun komunitas menjadi langkah awal untuk membangun sebuah gagasan besar yang ditujukan untuk menghasilkan karya berkualitas.

Selamat kepada Siak Cinema, kehadiran film "Syair Pengikat" bukan saja memukau ketika menonton saja, setelah menonton kita pun dipukau obsesi untuk menghasilkan karya film.

Firmiadi adalah anggota Teater Matan Riau

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas