Tuhan, Ada Apa?
0 Komentar 282 pembaca
Ilustrasi (net)

Tuhan, Ada Apa?

Puisi

Puisi-puisi Latief NP

Tuhan, Ada Apa?

Dalam lamunan... kuminta setan untuk datang masuklah pada tubuh
Buatlah kerajaan pada setiap celah-celah tulang
Saat nanti kau buat pesta atau peresmian negara
Bersorak dan menarilah pada tubuh
Aku takkan mengapa!!!
Dalam ramai bisik... kuminta setan membawa hembusan angin jahanam
Panas namun menyejukan
Kesegaran yang tak dihadirkan oleh angin-angin kebaikan
Berabad-abad saat bumi hanyalah seongok partikel debu
Tuhan hadirkan hawa
Setan bersorak “ini adalah jalan dari tuhan”
Tuhan mengenggam setan ‘di hati hawa begitu banyak surga ku ciptakan”
Setan tak bergeming hanya senyum penuh hasrat keji
Berabad-abad saat manusia menjadi penduduk bumi
Setan berkata “ini adalah nikmat tuhan’
Tuhan memeluk setan “lenyapkan”
Setan tak bergeming hanya senyum penuh dengki
Waktu kupinta tapak Ilahi
Tuhan hanya meraba
Datang menunjuk waktu yang tak bermasehi
Fantasi mengitari naluri
Berhenti peduli pada diri
aku akan jadi penghuni neraka abadi?

 

Ilusi Cicak

Cicak yang kubenci
Terus menatap dan memandangi
Entah apa di nalurinya
Mungkin sedang tertawa geli
Melihat aku teronggok bagai barang tak laku pembeli
Diam-diam... ketika ingin ku kuliti
Dia bersuara “ malang tak dapat ditolak
Padahal purna yang sedang kulihat
Indah elok rupa penenang pemenang hati
Tapi sayang aku akan segera mati”
Siapa yang kau bilang purnama?
‘Padahal kau telah tertangkap basah mencuri pandangan!!!”
“malang tak dapat di tolak
Mati dalam mata terbelalak
Memandangmu aku tergelak
Sungguh ironi aku binatang tapi kau yang tak berotak”
Cicak yang ku benci
Terlepas, hilang dalam ilusi

 

Album Kesakitan

File-file tahun lalu masih tersusun rapi
Bagian badanya punya judul yang bisa diamati
Februari bulan mimpi
Hari tertulis sejarah pasti
Melangkah dengan jalan yang tak dipapah lagi
Mata yang mewakili setiap kata
Detak jantung sebagai wakil makna
Februari yang indah
Aku ingin lagi ke masanya
Masa air mata mendadak sirna
Masa tawa yang tak dibayar oleh rupiah
Masa 10800 kita bersama
masa indah
hanya kita yang tahu

Latief NP adalah mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Lancang Kuning

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas