Membaca Politik Mahasiswa FIB UNILAK Yang Lesu
0 Komentar 686 pembaca
Gambar : Google.net

Membaca Politik Mahasiswa FIB UNILAK Yang Lesu

Sorot

tabloidtanjak.com - PEKANBARU. Peristiwa yang semakin mengabu-abu “rasanya”. Perpolitikan mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning entah kemana arusnya. Belakangan ini Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), tak tampak keberadaannya. Apa gerangan yang sesungguhnya? Kalau kata orang melayu “Ape kesah?”.

Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya UNILAK tiada memiliki “Keeksistensian”itu sendiri, tampak senyap, sepi, sunyi tiada pergerakan untuk menghidupkan Fakultas Ilmu Budaya. Hanya ada beberapa mahasiswa atau kelompok yang memiliki progress atau pergerakan, dan itu hanya inisiatif mereka “mahasiswa” itu sendiri.

Kembali timbul pertanyaan penulis tentang peristiwa yang terjadi di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya UNILAK. “Guna keberadaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) itu apa? Program kerjanya apa? Dan hasil yang didapatkan atau dampak baik BEM kepada Fakultas Ilmu Budaya itu apa?, penulis sendiri yang saat ini masih berkuliah di Fakultas Ilmu Budaya belum merasakan apa-apa dengan keberadaan BEM tersebut.
Mahasiswa adalah agen perubahan. Kita sebagai mahasiswa sudah selayaknya mampu melakukan perubahan untuk Fakultas Ilmu Budaya ini sendiri. Namun, bagaimana caranya untuk membuat pergerakan perubahan jikalau Atmosfer ORMAWA itu sendiri senyap? “oh no, ya Tuhan”. Adanya perubahan pasti akan terjadi suatu pertentangan. Itu pasti! Ada pro dan ada juga kontra, ada plus dan ada juga minus. Terbesit kembali pertanyaan di pikiran penulis “kalau tidak ada perubahan, kamu, aku kita dan juga kalian memangnya mau terus-terusan begitu saja kosong melompong di kampus tanpa ada kegiatan sampai tamat kuliah?”

Dengan tulisan ini, penulis tidak menyalahkan siapa pun terhadap peristiwa yang terjadi di kampus kita ini. Kita sebagai mahasiswa, dalam konteks mahasiswa, hal terpenting yang perlu diubah adalah cara pikir kita. Perubahan dan pergerakan itu terjadi jika Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) saling bekerja sama, saling bertukar pikiran, saling memberikan masukan tentang apa yang akan dilkukan untuk Fakultas Ilmu Budaya. BEM yang tujuannya menaungi seluruh mahasiswa/I harus tunjukkan keeksistensiaannya dengan cara memberikan atau membuat kegiatan berupa tempat atau wadah untuk mahasiswa berkreativitas dan berkarya. BEM pasti memiliki program kerja untuk seluruh kawan-kawan mahasiswa/I, Hal ini akan berdampak baik atau bermanfaat jika itu ada. Jika mahasiswanya aktif, maka hiduplah kampus kita ini, dan jika kampus ini hidup akan berbagai kegiatan mahasiswa, maka terciptalah lulusan yang hebat dan berbakat.

Pesan penulis kepada calon BEM dan DPM yang akan terpilih nantinya, berikanlah suguhan yang berbeda berupa kegiatan-kegiatan untuk seluruh mahasiswa/I dan juga untuk Fakultas Ilmu Budaya ini sendiri. Jangan sampai terjadi lagi kesenyapan seperti tahun sebelumnya, yang sampai dikatakan BEM antar ada dan tiada, jangan sampai itu terucap kembali oleh kawan-kawan mahasiswa/I Fakultas Ilmu Budaya. Semoga kritikan ini bermanfaat dan membangun. Hidup Mahasiswa! Hidup Fakultas Ilmu Budaya!

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas