Puisi-puisi Hendra Bhakti
0 Komentar 706 pembaca
Ilustrasi (g. net)

Puisi-puisi Hendra Bhakti

Puisi

peraduan

tiada sesal kini di hati
meredam diri akan hari
belari kecil tak tau diri
aku bukan kau
dan kau bukan aku
tangisku bukan tangismu
aku adalah aku
kerasnya batu tak kerasnya kepalaku
beningya air tak sebening hatiku
tapi apalah aku
kini hanya setitis air di hadapammu

AMARAH

bulan kini kembali di peraduan
nyanyian-nyanyian anak kecil hilang sejenak
senyum manis hilang terpendam
teriring doa dan harapan dini
terdengar sentuhan lembut gelombng menerjang
sepi sunyi
cahaya merah muda mengampiri
dinding-dinding harapan
sesal...
kini harapan terbawa kerasnya sapuan gelombang
kini dapur tak lagi berasap, apa nak di asap
kini sungai tak berbakau, apa nak ditebang
kini kampak dah berkarat, apa nak diasah
kini sampan dah tengelam termakan gelombang
apa lagi nak dimakan
mata sayu menusuk kalbu ini
terlihat jauh nan di sana
kunang-kunang berterbangan
mencari tempat peraduaan


PUPUS

pecah perahu maka mereduplah api dapur ini
tak sedikit harapan yang tengelam retelan hilang
jikala jaring-jaring ini tak lagi tengelam
tak sedikit terdengar bayang-bayang tangisan
mengantam mata dan telinga ini
dayung-dayung kecil kini pupus termakan tanah
sumber pun mengering
layar - layar indah pun tak lagi terlihat
apa nak daya angin kini pun tak bersahabat
menangis
sedih
lari!!!
aku kan pergi mengejar hidup ini
tak sedikit lagi langkah ini terhitung
tak sedikit lagi harapan ini kukejar
pupus tersapu malam


HENDRA BHAKTI, adalah alumni Program Studi Sastra Indonesia, FIB, Unilak

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas