Tak Salahkan?
2 Komentar 809 pembaca
Ilustrasi (g. net)

Tak Salahkan?

Humor

Atah Roy terus mengagul (membenturkan) kepalanya di batang durian yang sudah lima tahun tidak berbuah. Batang durian berusia 60 tahun di samping rumah Atah Roy ini, memang banyak membantu Atah Roy ketika masih produktif berbuah. Dari hasil menjual buah durian itu, Atah Roy dapat menyumbang untuk masjid, perbaikan jalan berlubang, membetul jembatan dan sampai membantu beasiswa beberapa budak tak mampu. Namun semuanya itu hanya jadi kenangan dan kenyataan hari ini adalah Atah Roy mengagulkan kepalanya di batang durian tersebut.

“Sudahlah, Tah, jangan Atah menyikse diri disebabkan batang durian ini tak berbuah lagi,” ucap Leman Lengkung membujuk Pak Ciknya agar tidak melakukan tindakan bodoh ini.

Atah Roy seperti orang kemasukan. Ia tidak memperdulikan apa yang dikatakan Leman Lengkung, bahkan semakin menjadi Atah Roy mengagulkan kepalanya.

“Ngucap, Tah. Berpikir waraslah, Tah. Ape, Atah pikir dengan melakukan hal seperti ini batang durian ini akan serte merte berbuah lagi? Tidak, Tah, sudah sampai masenye batang durian ini tidak dapat diharapkan lagi,” ucap Leman Lengkung dengan nada yang agak geram.

Atah Roy tidak peduli. Ia terus mengagolkan kepalanya ke batang durian. Tak nampak kesakitan sedikit pun dari wajah Atah Roy. Mungkin saja rasa kesal mengalahkan semua rasa yang dimiliki Atah Roy, termasuk rasa sakit.

“Atah jangan jadi bodoh! Masih banyak harapan dari batang-batang yang lain. Itu batang rambai, batang mangis, batang sukun, batang sentol, batang duku masih berbuah lagi! Jangan berharap pade sesuatu yang tak mungkin, Atah!” suara Leman Lengkung semakin meninggi melihat Atah Roy tak dapat dicakap.

Mendengar suara Leman Lengkung meninggi, Atah Roy berhenti mengagulkan kepalanya. Ia menatap Leman Lengkung tajam-tajam. Rasa sakit mengalir ke wajah Atah Roy. Bukan rasa sakit disbebkan mengagulkan kepala ke batang durian, tapi rasa sakit Atah Roy itu datang dari suara tinggi Leman Lengkung.

“Bukan main lagi suare dikau ye, Man? Dah merase hebat dikau, ye?” suara Atah Roy terdengar berat.

“Ini bukan masalah hebat dan tak hebat, Tah, tapi ini masalah sie-sie dan masalah menyakiti diri sendiri. Apekah dengan Atah berbuat seperti ini, batang durian akan berbuah lagi? Tidak, Tah!” Leman Lengkung membalas.

“Bodoh dikau ni, Man! Aku mengagolkan kepale di banatang durian ini bukan berharap ienye berbuah lagi! Aku kesal, tahu!” kini suara Atah Roy meninggi.

“Kesal ngape, Tah?” tanya Leman Lengkung dengan suara agak mengeletar.

“Aku kesal, duit penjualan getah pagi tadi, dikau makan sorang! Sepeser pun aku tak dapat! Paham!” ucap Atah Roy sambil berteriak di depan muka Leman Lengkung.

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

1

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas