Tentang Gerakan PMK (Puisi Menolak Korupsi)
5 Komentar 1016 pembaca
Sosiawan Leak ketika membaca puisi di kampus FIB Unilak beberapa waktu lalu

Tentang Gerakan PMK (Puisi Menolak Korupsi)

Lapsus

Laporan Berlian, Firmiadi dan Rairatul

TabloidTanjak.com, PEKANBARU - Mencermati fenomena korupsi yang makin merebak, para penyair Indonesia dari berbagai daerah merespon secara konkret dengan bergabung dalam Gerakan PUISI MENOLAK KORUPSI (PMK). Gerakan yang mau tak mau harus dilakukan di tengah kian sistemik dan canggihnya laku korupsi. Gerakan yang mendesak digulirkan sebagai sarana memresentasikan seruan moral kepada masyarakat, agar secara filosofis dan praktis turut mewaspadai munculnya mental korupsi sejak dini serta mencegah perilaku korup yang lebih akut.

Gerakan Puisi Menolak Korupsi mengambil posisi sebagai gerakan kultural, melengkapi gerakan lain yang dilakukan sejumlah unsur dari berbagai lapisan berikut karakter dan alat perjuangnya (hukum, politik, agama, jurnalistik, intelektual, dan lain-lain). Gerakan ini pada hakekatnya menyatu dan padu dengan semua kekuatan yang beritikad mengawal proses perjalanan masyarakat membangun bangsa dan negara yang berkeadilan dan bermartabat. Gerakan ini juga menjadi sarana bagi penyair menyatakan sikap tegas, menolak nilai-nilai hidup korup.

Gerakan PMK bersifat nirlaba, independen, dan mandiri (secara ideologi maupun ekonomi). Kemandirian ideologi dibuktikan dengan penerbitan antologi puisi yang senantiasa merujuk tema antikorupsi. Kemandirian ekonomi diwujudkan dalam melakukan iuran secara gotong-royong guna mendanai penerbitan tersebut dengan mengutamakan azas transparansi. Kemandirian juga menjadi dasar digulirkannya kegiatan PMK lainnya, yakni Road Show PMK yang dilakukan otonom di berbagai kota, dikoordinir oleh penyair PMK di kota tersebut.

Gerakan yang idenya dilontarkan Heru Mugiarso (Penyair Semarang) tersebut telah menerbitkan sejumlah antologi puisi, merangkum karya para penyair dari berbagai daerah, usia, dan kecenderungan puitika. Setelah proses seleksi dan penyuntingan, karya-karya tersebut terbit dalam Antologi Puisi Menolak Korupsi (melibatkan 85 penyair, Penerbit Forum Sastra Surakarta, Mei 2013), Antologi Puisi Menolak Korupsi 2a (melibatkan 99 penyair, Penerbit Forum Sastra Surakarta, September 2013), Antologi Puisi Menolak Korupsi 2b (melibatkan 98 penyair, Penerbit Forum Sastra Surakarta, September 2013), Antologi Puisi Menolak Korupsi 3; Pelajar Indonesia Menggugat (melibatkan 286 pelajar, Penerbit Forum Sastra Surakarta, April 2014), Antologi Puisi Menolak Korupsi 4; Ensiklopegila Koruptor! (melibatkan 175 penyair, Penerbit Forum Sastra Surakarta, Mei 2015), serta Antologi Puisi Menolak Korupsi 5; Perempuan Menentang Korupsi! (melibatkan 100 perempan penyair, Penerbit Forum Sastra Surakarta, Agustus 2015).

Sejak Mei 2013 gerakan ini juga melakukan kampanye antikorupsi bertajuk Road Show Puisi Menolak Korupsi ke berbagai wilayah di Indonesia dalam wujud pembacaan puisi, pentas seni, seminar, diskusi, orasi, lomba baca puisi, lomba cipta puisi dan lain-lain. Meski tetap terkoordinasi dengan Gerakan PUISI MENOLAK KORUPSI, road show diselenggarakan secara otonomi oleh masing-masing penyelenggara (bekerjasama dengan pihak yang berkompeten), bersifat nirlaba serta tidak berhubungan dengan aktivitas politik.

Mengenai memperingati Hari Korupsi Internasional, (9/82016) yang dilaksakan di laman Fakultas Ilmu Budaya Unilak yang dihadiri oleh 20 Penyair Se-Indonesia. Tim Tanjak berhasil menjumpai salah satu Penyair yang hadir pada hari itu yaitu Sosiawan Leak yang juga mengungkapkan bahwa, Kurangnya minat sastra dikalangan masyarakat pada zaman sekarang ini menimbulkan beberapa pekerjaan rumah bagi kita pecinta sastra. Berkenaan dengan perayaan Hari Anti Korupsi pada hari ini ( 09/12/2016 ) ada sesuatu yang perlu kita pertanyakan. Apakah sastra pada hari ini masih mampu untuk menggugah dan mengetuk hati khalayak ramai dalam upaya menolak korupsi?

Menurut Sosiawan Leak, selaku kordinator pada acara Puisi Menolak Korupsi yang diadakan Universitas Lancang Kuning. Dia mengungkapkan bahwa sastra itu sebetulnya masih mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam tatanan kehidupan masyarakat. Khususnya di bidang puisi masyarakat masih bisa mencerna dari tiap-tiap makna yang terkandung di dalamnya.

Beliau juga mengatakan munculnya era Teknologi pada zaman sekarang ini memang sedikit banyaknya telah membuat masyarakat mulai melupakan sastra khususnya di bidang novel ataupun cerpen. Walaupun sejatinya mereka masih menjadi penikmat dari kebudayaan menulis literasi itu sendiri.
Karena kecenderungan masyarakat yang lebih menikmati karya sastra itu lewat penampilan daripada bacaan, maka beliau menyimpulkan puisi adalah salah satu panggung atau media yang dapat di gunakan dalam menyuarakan gerakan anti korupsi.

Dia menambahkan sebetulnya gerakan melawan korupsi melalui puisi ini telah banyak dilakukan oleh kaum agama, jurnalis, politisi dan novelis. Tetapi mereka semua masih melakukannya sendiri-sendiri. Untuk itulah sastrawan yang akrab di sapa Leak ini menggagas perkumpulan penyair-penyair dengan orientasi yang sama dalam menggerakkan baca puisi untuk menolak korupsi.

Ketika ditanya mengenai tanggapan pemerintah dalam gerakan yang mereka buat ini. beliau mengatakan pemerintah sangat mendukung. Apalagi adanya lembaga pemerintahan yang bergerak di bidang korupsi seperti KPK membuat mereka merasa memiliki ideologi yang sama. Untuk itu ada rasa tolong-menolong diantara mereka dalam menyuarakan gerakan anti korupsi dikalangan masyarakat.

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Ada 5 Komentar untuk Berita Ini

  1. cara mengobati congek dengan bawang putih 06 Februari 2017 - 15:51:03 WIB

    http://ahlinyamiomkista.blogspot.co.id/2017/02/hindari-alk ohol-agar-maag-tidak-kambuh.html
    http://bahayakankerke lenjarbetahbening.blogspot.co.id/2017/02/makanan-yang-har us-di-hindari-penderita.html
    http://tentangslimmingcap sule.blogspot.co.id/2017/02/makanan-untuk-menghilangkan-n yeri-maag.html
    http://eksisinformasi.blogspot.co.id/20 17/02/jenis-jenis-pengobatan-asam-lambung-di.html
    http ://makananrematik.blogspot.co.id/2017/02/apakah-buah-apel -baik-untuk-maag.html
    http://tentangqncjellygamat.blog spot.co.id/2017/02/5-bahaya-nyata-dari-maag-kronis.html

    http://7reseptahanlamaberhubunganintim.blogspot.co.id/2 017/02/bisakah-sinusitis-menyebabkan-maag.html

  2. obat tradisional penyumbatan pembuluh darah 25 Februari 2017 - 10:13:25 WIB

    ini sangat membantu http://bit.ly/2lEZMPi

  3. obat tradisional penyumbatan pembuluh darah 25 Februari 2017 - 10:13:56 WIB

    ini sangat membantu http://bit.ly/2lEZMPi

  4. obat radang sendi di apotik 27 Februari 2017 - 09:42:21 WIB

    sangat membantu dan menarik https://goo.gl/ZoY6QG

  5. obat radang sendi di apotik 27 Februari 2017 - 10:22:36 WIB

    sangat membantu dan menarik https://goo.gl/ZoY6QG

1

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas