Ajang Teater Sumatera
18 Komentar 2913 pembaca

Ajang Teater Sumatera

Lapsus

TabloidTanjak.com - Teater adalah istilah lain dari drama, tetapi dalam pengertian yang luas, teater adalah proses pemilihan teks atau naskah, penafsiran, penggarapan, penyajian atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan dari public atau audience (bisa pembaca, pendengar, penonton, pengamat, kritikus atau peneliti).

Proses penjadian drama ke teater disebut proses teater atau di singkat berteater. Teater bisa diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Teater dalam arti sempit adalah sebagai drama (kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas, disaksikan orang banyak dan didasarkan pada naskah yang tertulis). Sedangkan dalam arti luas, teater adalah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak contohnya wayang orang, bangsawan, tonil, dan lain-lain.

Pada tanggal 16-18 September 2016, bertempat di Anjung Seni Idrus Tintin (Purna MTQ) diadakan perhelatan Ajang Teater Sumatera (ATS). Perhelatan yang ditaja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  ini menampilkan 6 kelompok teater. Di bawah ini ulasannya:

Teater Selembayung Pekanbaru

Hari pertama pertunjukan Ajang Teater Sumatra di Anjung Idrus Tintin Pekanbaru Riau, menampilkan Teater Selembayung dari Pekanbaru. Kelompok teater pimpinan produksi Rina NE ini memanggungkan “Negara yang Hilang – Sijangkang” di sutradarai oleh Fedli Azis.

Teater Selambayung mengangkat dari legenda, cerita yang di panggungkan ini tidak memiliki konflik di dalam cerita. Cerita ini tidak memiliki konflik yang bersangkut paut antara satu dengan yang lainnya. Apa yang ingin di sampaikan Teater Selembayung dalam Negara yang Hilang – Sijangkang ini tidak memiliki pesan.

Cara yang di tempuh Fedli ini memiliki resiko. Pasalnya, para pemain yang terlalu banyak berbicara atau hapalan dialog membuat  vokal yang kadang hilang dan intonasi yang tak jelas.

Bagi penonton yang terbiasa dengan permainan grup atau dialog antara satu tokoh dengan tokoh lainnya terasa sekali pemanggungannya melelahkan, dan sulit untuk di pahami.

Meski itu sebagai kelemahan mereka, namun penampilam Teater Selembayung ini berkesan. Ada banyak kelebiahan, ilustrasi musik, setting  panggung cukup dipahami penonton. Yang  beberapa  pamainnya sebenarnya kuat. Adanya latar belakang yang menghidup suasana. Semua itu pertanda kreativitas yang bernilai.

Teater Sakata Padangpanjang

Judul Pertunjukan : Carito di Bukit Tui

Pertunjukan Ajang Teater Sumatra di Anjung Idrus Tintin Pekanbaru Riau, menampilkan Teater Sakata dari Padangpanjang. Kelompok teater pimpinan produksi Reinaldo Adrian  ini memanggungkan  “Carito di Bukit Tui” yang di sutradarai oleh Tya Setiawati.

Pertunjukan ‘Carito di Bukit Tui’ yang di bawakan oleh teater Sakata dari Padangpanjang, menarik perhatin para penonton/penikmat teater. Karena pertunjukan teater ini ceritanya yang di padukan dengan tarian-tarian dari jalan ceritanya. Peranan dan akting dari para pemain tidak hanya berupa dialog saja, yang biasa di tampilkan di drama-drama, tetapi juga berupa gerak. Kelebihan dari Teater Sakata ibi ialah musik dan tari, yang menjadi nilai estetika yang tinggi.

Mereka telah membuat pertunjukan  teater ini  menjadi hidup dan berkesan bagi penontonnya. Seperti, volume yang dapat didengar dengan baik oleh penonton, artikulasi yang jelas, lafal yang baik sehingga mudah di mengerti, dan menghayati (sesuai dengan jiwa peranan).

Pertunjukan teater ini memiliki unsur hiburan yang cukup menghibur dan kocak bagi penikmat teater. Nilai-nilai dan pesan yang terkandung dalam cerita tersebut dapat di sampaikan dengan baik oleh teater Sakata, dapat di tangkap dan di pahami dengan baik. Nilai  kehidupannya nampak dan dapat di rasakan, seolah-olah kita di bawaknya  ke dalam cerita. Sakata  juga  memiliki  interaksi antara pemain dan penonton.

Sinopsis:

Pertujukan ‘Carito di Bukin Tui’ ini menceritakan kisah para warga kampung Tui dan pemerintah yang semena-mena dengan kekuasaannya, yang ingin mengeksploitasi tambang kapur. Warga kampung mengais rezeki mereka dengan bekerja di sebuah tambang kapur. Karena kapur ini telah menjadi lahan hidup mereka dan jalan untuk sekolah anak-anak mereka. Di karenakan pemerintah ingin lahan tambang kapus tersebut, membuat para orang-oarng kampung tidak memiliki perkerjaan lagi. Mereka hanya ingin hak mereka. “Tuan, jika kami harus pergi. Giringlah kemana kami harus pergi”.

Teater Payung Hitam Bandung

Judul Pertunjukan : Post Haste

Pertunjukan Ajang Teater Sumatra di Anjung Idrus Tintin Pekanbaru  Riau, menampilkan Teater Payung Hitam dari Bandung. Kelompok teater pimpinan produksi  Nurjayadi  ini memanggungkan “Post Haste” di sutradarai oleh Rakhman Sabur.

Pertunjukan ‘Post Haste’ yang dibawakan oleh teater Payung Hitam dari Bandung menarik perhatian para penonton. Karena pertunjukan Post Haste ini tidak bergelut dengan kata-kata melainkan dengan sebuah gerakan-gerakan dan simbol-simbol sebagai presentasinya yang menjadi ciri khas dari teater Payung  Hitam.

Namun hal itu bukan berarti mereka tidak memiliki jalan cerita, malainkan potretan-potretan kehidupan manusia dan keemanusiaan. Masalah problema-problema hidup dan agar dapat keluar dari situasi yang secara tidak sadar mencederai humanisme.

Cara yang di tempuh Rakhman  ini cukup  nekat. Pasalnya, para pemain yang sedikit dan pembawaannya yang tragis atau menyiksa diri. Di karenakan Teater Payung Hitam tidak mengeluarkan kata sedikit pun, bagi penonton ini sulit untuk di pahami.

Pertunjukan teater Payung  Hitam memiliki unsur hiburan yang kocak. Nilai dan pesan yang di sampaikan tak semua penonton yang tahu. Namun penampilan yang dibawakan juga berkesan.

Nilai kehidupan yang tampak, kondisi alam, sosial dan politik, kondisi yang penuh dengan gelombang perubahan kehidupan, keragaman sosial-budaya, iu mereka sampaikan dengan simbol-simbol gerakan tanpa kata dan punya unsur humorisnya, walaupun ada adegan yang sedikit ekstrem, seperti jatuhnya properti dari langit-langit panggung, pelemparan-pelemparan properti dari bahan yang bersifat padat atau keras (kayu). Ini tanpa sengaja dapat melukai para pemain, hal yang seperti ini harus dapat di pertimbangkan lagi untuk pertunjukan berikutnya.  menurut saya itu bukanlah sebuah masalah. Interaksi dengan penonton tidak banyak. Tapi, para penonton mempunyai kesan tersendiri terhadap penampilan teater Payung Hitam ‘Post Haste’. (Rairatul Tasbiah) 

Author

Tabloid Tanjak
Profil Tabloid Tanjak

admin tabloidtanjak.com

Iklan Tengah Detail Berita 665x140px (FIB)

Berita Terkait

Ada 18 Komentar untuk Berita Ini

  1. obat pityriasis di apotik 26 Januari 2017 - 10:03:07 WIB

    ini sangat berguna bagi saya, karena bisa menambah pengetahuan saya mengenai salah satu penyakit.https://goo.gl/IxYuyZ

  2. cara menghilangkan bekas cacar yang menghitam 18 Maret 2017 - 09:29:12 WIB

    sangat membantu, menarik dan bermanfaat http://bit.ly/2mFdh18

  3. Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi 23 Maret 2017 - 15:41:12 WIB

    sangat bermanfaat dan membantu anda https://goo.gl/GfjUmJ

  4. Jelly Gamat QnC 14 April 2017 - 09:30:24 WIB

    terimakasih infonya.
    luangkan waktu anda sebentar untuk mengunjungi situs resmi Jelly Gamat QnC. di situs kami anda akan menambah wawasan tentang cara mengobati penyakit. Jelly Gamat QnC sudah terbukti bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
    silahkan kunjungi link di bawah ini
    https://goo.gl/ZLLLqn

  5. Jelly Gamat QnC 14 April 2017 - 09:30:54 WIB

    terimakasih infonya.
    luangkan waktu anda sebentar untuk mengunjungi situs resmi Jelly Gamat QnC. di situs kami anda akan menambah wawasan tentang cara mengobati penyakit. Jelly Gamat QnC sudah terbukti bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
    silahkan kunjungi link di bawah ini
    https://goo.gl/ZLLLqn

1 2

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh

Komentar Facebook

Kembali ke Atas